Jakarta,MN Cakrawala– Jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang dikelola PT Hutama Karya (Persero) kini telah mencapai 822,609 kilometer dan siap menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat pada Mudik Lebaran 2026.
Dari total panjang tersebut, 692,854 km telah beroperasi penuh dan bertarif normal. Sementara itu, ruas Betung–Tempino–Jambi Seksi 3 sepanjang 52,2 km sudah mulai difungsikan tanpa tarif. Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Hutama Karya juga membuka ruas fungsional sepanjang 77,555 km, yakni Sigli–Banda Aceh Seksi 1 serta Palembang–Betung Seksi 1 dan 2.
Pangkas Waktu Hingga 50 Persen:
Kehadiran JTTS membawa perubahan signifikan pada durasi perjalanan. Perjalanan Jakarta–Palembang yang sebelumnya bisa memakan waktu hingga 20 jam, kini hanya sekitar 8–10 jam termasuk penyeberangan Merak–Bakauheni.
Ruas Palembang–Betung yang kerap menjadi titik kemacetan di Jalinsum diprediksi hanya ditempuh sekitar 1 jam. Sementara perjalanan Medan menuju kawasan Danau Toba kini cukup 2–3 jam. Secara umum, waktu tempuh perjalanan di Sumatera terpangkas rata-rata hingga 50 persen.
3.273 Petugas Disiagakan:
Menghadapi lonjakan kendaraan saat mudik, Hutama Karya menyiapkan 3.273 petugas dan 467 armada siaga. Sistem pengawasan diperkuat dengan 1.547 unit CCTV dan 107 Variable Message Sign (VMS).
Sebanyak 61 gerbang tol dan 37 titik top up uang elektronik juga disiapkan untuk menghindari antrean panjang,31 Rest Area dan SPKLU
Untuk kenyamanan pemudik, tersedia 31 rest area dengan kapasitas hampir 6.000 kendaraan. Fasilitas pendukung mencakup 23 titik pengisian BBM (SPBU reguler dan modular), 19 unit SPKLU, 25 klinik kesehatan, 27 ruang laktasi, serta hampir 3.000 unit toilet.
Solusi Kemacetan Jalinsum:
Pengoperasian ruas fungsional gratis seperti Palembang–Betung dan Sigli–Banda Aceh menjadi strategi pengurai kepadatan di jalur arteri. Dengan semakin banyak kendaraan beralih ke tol, beban Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) pun berkurang, sehingga arus logistik dan mobilitas masyarakat lokal menjadi lebih lancar.
Akademisi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Dewan Penasihat MTI Pusat, Djoko Setijowarno, menilai kesiapan infrastruktur dan pelayanan JTTS tahun ini menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan keselamatan dan kenyamanan perjalanan mudik.
“Tol bukan sekadar memangkas jarak, tetapi juga meningkatkan standar keselamatan dan efisiensi perjalanan,” ujarnya.
Dengan kesiapan tersebut, JTTS diproyeksikan menjadi urat nadi konektivitas Sumatera pada Mudik Lebaran 2026.(Ef)












