Berkah Revitalisasi, SDN Sumberanget 2 Jember Sulap Musala dan Masjid Jadi Ruang Belajar Sementara

JEMBER –MN Cakrawala, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sumberanget 2 yang berlokasi di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi salah satu lembaga pendidikan yang mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat melalui program revitalisasi perbaikan sarana dan prasarana sekolah.

 

Program bantuan ini membawa angin segar bagi peningkatan fasilitas gedung serta kualitas infrastruktur pendidikan di wilayah tersebut.

 

Kepala Sekolah SDN Sumberanget 2, Lasminto, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas alokasi bantuan fisik yang diterima oleh sekolah yang dipimpinnya.

 

“Alhamdulillah, SDN Sumberanget 2 ini dipercaya oleh pemerintah dengan program Bapak Presiden kita, Bapak Prabowo… dapat 9 lokal, nggih. Ada tambahan perpus, tapi perpusnya perpus ruang, bukan satu lokal sendiri itu tidak, ngoten, nggih,” ujar Lasminto.

 

Meski mendapat alokasi rehabilitasi bangunan sebanyak sembilan ruang kelas beserta fasilitas pendukung seperti perpustakaan dan perbaikan sanitasi/toilet, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sempat menemui tantangan tersendiri.

 

Hal ini lantaran gedung sekolah saat ini tengah berada dalam tahap pembongkaran dan pengerjaan fisik secara menyeluruh.

 

Untuk menyiasati situasi tersebut agar proses belajar siswa tidak terganggu, pihak sekolah mengambil langkah taktis berkoordinasi dengan komite sekolah dan masyarakat sekitar dengan memindahkan aktivitas pembelajaran ke tempat ibadah terdekat “Betul adanya, kami berproses dalam rangka perbaikan fisik, nggih. Anak-anak kami pindahkan, kerja sama dengan komite sekolah dan masyarakat sekitar, di musala dan masjid setempat sekitar. Begitu, alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar,” jelas Lasminto.

 

Berkat tingginya kepedulian serta antusiasme masyarakat sekitar, elemen sekolah, guru, hingga para siswa, proses transisi darurat ini berjalan tertib dan tanpa hambatan.

 

Saat ini, SDN Sumberanget 2 menampung sebanyak 85 siswa dengan didampingi 10 orang tenaga pendidik serta 10 orang tenaga pendukung sekolah.

Di sisi lain, perwakilan tim pelaksana pengerjaan fisik di lapangan, Imron, menjelaskan bahwa pengerjaan proyek rehabilitasi ini mencakup 10 lokal termasuk fasilitas toilet/MCK.

 

Pihaknya menargetkan pengerjaan dapat diselesaikan secara maksimal dalam kurun waktu tiga bulan. “Sistem pekerjaannya harus bagus. Target minimal tiga bulan, dengan harapan menghasilkan kualitas bangunan yang paling bagus,” terang Imron.

 

Di akhir keterangannya, Lasminto menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran pemerintah tingkat pusat hingga daerah atas terealisasinya program bantuan revitalisasi sekolah ini.

 

“Yang pertama saya ucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Presiden, yang kedua Ibu Gubernur, nggih, dan di kabupaten dengan Gus Fawait. Mudah-mudahan dengan adanya program revitalisasi ini lembaga sekolah akan lebih baik dan menuju kualitas pendidikan yang lebih baik lagi,” pungkasnya. ( Suharno ).