AJS Gelar Rapat Kerja Evaluasi 2025 dan Menyusun Program Kerja 2026

Mojokerto,Cakrawala – Aliansi Jurnalis Sidoarjo (AJS) menggelar rapat kerja (raker) sebagai agenda evaluasi program kerja tahun 2025 sekaligus penyusunan rencana kegiatan untuk 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat Wisma Taman Kartini Mojokerto, Sabtu (13/12/2025).

 

Raker AJS menjadi forum penting untuk menyatukan gagasan seluruh anggota dalam memperkuat peran organisasi ke depan. Yang dihadiri seluruh anggota Aliansi Jurnalis Sidoarjo.

 

Dalam sambutan Ketua Panitia Raker AJS evaluasi 2025 menyongsong 2026, Zanuwar, mengatakan rapat kerja ini guna menyamakan visi dan misi agar lebih solid lagi kedepannya, raker tidak hanya menjadi ajang pertemuan rutin, tetapi juga wadah untuk menyampaikan evaluasi secara terbuka dan konstruktif.

 

“Raker AJS 2025 diikuti oleh seluruh anggota dan pengurus, adapun yang berhalangan hadir dikarenakan faktor kesehatan dikarenakan sakit. Berharap semua dilibatkan agar program ke depan benar-benar sesuai kebutuhan organisasi,” ujar Zanuwar.

 

Sementara itu, Ketua AJS Nur Yahya menyampaikan bahwa rapat kerja menjadi momentum penting untuk menilai capaian program yang telah dijalankan sepanjang 2025. Ia menegaskan evaluasi diperlukan agar organisasi dapat terus berkembang dan memperbaiki kekurangan yang ada.

 

“Dengan raker ini, kita bisa mengevaluasi program kerja AJS selama 2025,” kata Nur Yahya.

 

Selain evaluasi, raker juga difokuskan pada penyusunan program kerja untuk tahun 2026 mendatang. Perencanaan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh anggota.

Nur Yahya berharap setiap anggota dapat aktif memberikan masukan, ide, serta gagasan demi kemajuan organisasi.

 

“Dimohon setiap anggota menyampaikan ide-idenya untuk rencana dan program kerja AJS 2026,” ujarnya.

 

Melalui rapat kerja ini, AJS menargetkan lahirnya program-program strategis yang mampu memperkuat profesionalisme jurnalis serta peran organisasi di tengah masyarakat.

 

Sedangkan Wakil Ketua AJS, M. Ubaidillah menambahkan pentingnya penguatan kompetensi jurnalistik, penguasaan teknologi baru, serta membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, swasta, dan komunitas masyarakat.

 

Hal itu diharapkan dapat mendorong terciptanya jurnalisme yang inovatif, responsif, dan bermanfaat bagi publik.

“Kolaborasi dan kemitraan adalah kunci utama. Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, kita dapat menciptakan ekosistem pers yang sehat, profesional, dan memiliki dampak luas,” ungkapnya.

(Ubaid)