Rumah tersebut mengalami kerusakan parah akibat diterjang material vulkanik sehingga dinilai tidak lagi layak huni. Pembongkaran dilakukan secara hati-hati dengan mengedepankan prosedur keselamatan agar proses perbaikan dan pembangunan ulang dapat berjalan lancar. TNI bergerak cepat memastikan area siap dipulihkan tanpa membahayakan warga dan personel yang bertugas.
Kegiatan kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Danramil 0821-14/Pronojiwo, Letda Arh Sugiyono, yang turut memantau setiap tahap pengerjaan. Ia memastikan seluruh rangkaian dilakukan terstruktur agar rumah dapat segera dibangun kembali sesuai kebutuhan pemiliknya. Hadirnya prajurit juga memberikan dukungan moral bagi keluarga korban yang terdampak langsung bencana.
Letda Arh Sugiyono menegaskan bahwa pembongkaran merupakan langkah awal sebelum pembangunan kembali rumah yang lebih aman. Ia berharap Amang dan keluarganya segera memiliki tempat tinggal layak yang dapat memberikan rasa aman dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Dukungan seperti ini menjadi bagian dari komitmen TNI dalam membantu masyarakat di daerah rawan bencana.
Selain prajurit TNI, warga dan relawan turut berkolaborasi untuk mempercepat penanganan pascabencana. Nilai kebersamaan dan gotong royong terlihat dalam proses pembongkaran yang melibatkan berbagai pihak. Sinergi ini menjadi bukti bahwa pemulihan desa terdampak tidak hanya bergantung pada satu unsur, tetapi membutuhkan kerja bersama yang terarah dan berkelanjutan.
Aksi pembongkaran rumah ini sekaligus menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berhenti pada fase darurat, tetapi berlanjut hingga masyarakat benar-benar dapat bangkit dan kembali menjalankan aktivitas dengan aman. (Pendim 0821/Red.).












