Bondowoso,MN Cakrawala-Ancaman HIV/AIDS di Kabupaten Bondowoso kian membesar. Dengan jumlah kasus terdata mencapai sekitar 1.480 orang, Wakil Ketua DPRD Bondowoso Sinung Sudrajat menilai Dinas Kesehatan Bondowoso lalai dan belum menunjukkan keseriusan dalam menangani persoalan yang sudah berada di titik mengkhawatirkan.
Sinung menyampaikan apresiasi kepada Pokja TB-HIV yang dinilainya tetap bekerja luar biasa meski dibekali anggaran yang sangat minim, bahkan tidak masuk akal secara logika.
“Kami melihat teman-teman Pokja TB-HIV ini sudah sangat luar biasa. Dengan anggaran yang sangat minimalis, mereka tetap siap dan mampu menjadi ujung tombak penanganan HIV/AIDS di Bondowoso,” katanya, Kamis (15/1/2026).
Namun, di balik kerja keras Pokja, Sinung justru menyoroti sikap Dinas Kesehatan yang dinilai tidak sebanding dengan kondisi darurat yang sedang dihadapi. Ia menegaskan, dalam berbagai kegiatan, termasuk kunjungan DPRD dan sosialisasi, Dinkes seharusnya menjadi pihak paling aktif.
“Acara sederhana saja seharusnya Dinas Kesehatan hadir paling awal dan pulang paling akhir. Kalau hal-hal seperti ini saja tidak serius, bagaimana kita mau menghadapi ancaman HIV yang semakin besar?” tegasnya.
Sinung bahkan menyebut kondisi HIV/AIDS di Bondowoso sudah layak dikategorikan sebagai darurat, mengingat angka kasus yang tinggi dan masih banyaknya penderita yang belum terdata.
“Kalau Bondowoso harus ditetapkan sebagai daerah tanggap darurat HIV, itu wajar. Yang terdata saja sudah 1.480 sekian, belum lagi yang belum terdata,” ujarnya.
Ia mempertanyakan kemampuan pemerintah daerah dalam melakukan pendataan dan pengendalian di lapangan, sementara dukungan anggaran untuk kerja-kerja lapangan dinilai sangat tidak layak.
“Bagaimana teman-teman ini bisa bergerilya mendata, sementara anggaran yang disiapkan sangat-sangat tidak layak?”ujarnya.
Menurutnya, persoalan HIV/AIDS tidak bisa hanya dibebankan kepada satu dinas. Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, serta OPD terkait lainnya disebut wajib terlibat aktif dan meningkatkan keseriusan demi melindungi masyarakat Bondowoso.
“Ini bukan hanya tugas satu dinas pengampu. Semua dinas terkait wajib terlibat dan menseriusi kondisi yang berkembang saat ini,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Sinung menegaskan perlunya pembenahan internal pemerintah daerah sebelum berbicara lebih jauh tentang program dan
Yang perlu diperbaiki itu ke dalam dulu. Saya melihat sampai hari ini tata kelola HIV/AIDS di Bondowoso masih lemah dan belum serius, baik dari sisi pengendalian maupun penanganannya,” pungkasnya.(Sus)












