Gedung Bapenda Pekanbaru Dicat Diam-Diam:  Toilet Berganti Total, Papan Proyek Tak Terlihat,Pejabat Menghindar

Pekanbaru,Cakrawala-Aktivitas pekerjaan fisik di lingkungan Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru kembali menuai sorotan tajam. Pantauan langsung di lapangan menemukan adanya kegiatan pengecatan dan pekerjaan gedung yang berlangsung tanpa disertai papan nama proyek, padahal keberadaan papan proyek merupakan kewajiban dalam setiap pekerjaan yang menggunakan anggaran negara.

 

Ketiadaan papan proyek tersebut secara otomatis menutup akses informasi publik terkait nilai anggaran, sumber dana, pelaksana kegiatan, serta masa pekerjaan, dan memunculkan dugaan bahwa kegiatan fisik tersebut tidak dilaksanakan secara transparan.

 

*Rehab Rp1,6 Miliar Masih Sisakan Masalah.*

 

Ironisnya, kantor Bapenda sebelumnya telah menjalani rehabilitasi gedung pada tahun 2023 dengan nilai anggaran sekitar Rp1,6 miliar lebih, namun kondisi bangunan saat ini justru memperlihatkan sejumlah persoalan serius. Di bagian dalam gedung, ditemukan plafon bocor disertai jamur hitam, indikasi kuat rembesan air yang telah berlangsung lama dan mencerminkan buruknya kualitas pekerjaan maupun pemeliharaan pascarehab.

 

Sementara di bagian luar, pekerjaan pengecatan terlihat tidak menyentuh seluruh dinding, seolah dilakukan secara tambal-sulam. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya, apakah pekerjaan tersebut merupakan lanjutan proyek lama, pemeliharaan rutin, atau justru pekerjaan baru dengan skema anggaran yang tidak jelas.

 

*Sekretaris Bapenda Menghindar, Plt Kepala Bungkam*

 

Upaya konfirmasi kepada pejabat Bapenda juga menuai kekecewaan. Sekretaris Bapenda Kota Pekanbaru, T. Denny Muharpan, SH., MH, ketika dijumpai di kantornya untuk dimintai keterangan terkait kegiatan tersebut, justru buru-buru masuk ke ruangannya.

 

Saat diminta nomor kontak untuk keperluan konfirmasi lanjutan, ia beralasan lupa nomor telepon karena baru dan menggunakan nomor luar. Tak lama berselang, ajudannya menutup pintu ruangan, mempertegas kesan bahwa pejabat tersebut enggan memberikan penjelasan kepada publik.

 

Sementara itu, Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru, Drs. Ingot Ahmad Hutasuhut, hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban atas konfirmasi yang dikirimkan terkait kegiatan pengecatan dan kondisi fisik gedung Bapenda.

 

*Toilet Berganti Total, Aset Lama ke Mana?*

 

Temuan lain yang memantik kecurigaan adalah perubahan total toilet di lantai dasar gedung Bapenda. Toilet yang sebelumnya dibangun dengan material kaca dan kran berbahan stainless steel itu diketahui mengalami kerusakan tak lama setelah selesai dikerjakan, bahkan sempat diperiksa oleh Polda Riau.

 

Namun saat ini, toilet tersebut kembali tampil dengan material baru dan pintu-pintu toilet telah diganti seluruhnya. Pergantian total ini memunculkan pertanyaan serius:

Ke mana perginya material dan pintu toilet lama?

Apakah proyek sebelumnya dinyatakan gagal, atau justru menjadi bentuk pemborosan dan kemubaziran anggaran daerah?

 

Rangkaian temuan di atas — mulai dari tidak terlihatnya papan proyek, kondisi bangunan pascarehab bernilai miliaran rupiah yang masih bermasalah, sikap pejabat yang menghindar dari konfirmasi, hingga perubahan total fasilitas toilet — semakin memperkuat dugaan lemahnya pengawasan dan transparansi di tubuh Bapenda Kota Pekanbaru.

 

Publik kini berhak mempertanyakan: apakah setiap rupiah anggaran yang digelontorkan benar-benar menghasilkan bangunan yang layak, atau justru sekadar menutup jejak kegagalan proyek sebelumnya?

 

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih membuka ruang hak jawab bagi pihak Bapenda Kota Pekanbaru dan Pemerintah Kota Pekanbaru untuk memberikan klarifikasi resmi.(Ef)