JEMBER –MN Cakrawala-Ada yang berbeda dari pemandangan di jalanan menuju Kecamatan Mumbulsari, Senin (06/04/2026).
Sederet pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tampak kompak menumpangi mini bus menuju lokasi program,Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa). Inilah cara Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), menunjukkan bahwa efisiensi bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata.
Gus Fawait menegaskan bahwa pengetatan anggaran energi yang tengah dijalankan Pemkab Jember tidak akan memangkas hak masyarakat untuk mendapatkan layanan prima. Justru, momentum ini digunakan untuk mengoptimalkan operasional birokrasi. “Efisiensi itu artinya kerja cerdas, bukan menghentikan program. Kita optimalkan operasional, seperti berangkat bersama satu kendaraan, tapi pelayanan ke masyarakat tetap jalan terus tanpa hambatan,” tegas Gus Fawait.
Dalam kunjungan tersebut, Gus Fawait membawa “kantor kabupaten” langsung ke depan pintu rumah warga Mumbulsari melalui berbagai layanan strategis:
Jemput Bola Adminduk: Pengurusan KTP dan KK tuntas di lokasi.
Literasi Kesehatan: Edukasi intensif mengenai manfaat Universal Health Coverage (UHC) gratis.
Benteng Inflasi: Gelaran Pasar Murah untuk menjaga stabilitas harga pangan.
Jaring Pengaman Sosial: Penyaluran sembako secara langsung bagi keluarga prasejahtera.

Tak hanya soal administrasi, Gus Fawait juga menunjukkan kedekatannya dengan nilai spiritual lokal. Di sela agenda dinas, ia menyempatkan diri berziarah ke sejumlah makam leluhur atau puju’ yang dikeramatkan warga.
Beberapa titik yang dikunjungi antara lain Puju’ Pacanan,Puju’ Agung,hingga makam bersejarah Raden Mahmud,Bagi Gus Fawait, menjaga kearifan lokal adalah bagian dari membangun karakter daerah.
“Mumbulsari ini kaya akan nilai sejarah. Di hampir setiap dusun ada puju’. Ini adalah kekayaan spiritual yang menjadi kekuatan batin masyarakat kita,” ujarnya saat berada di Dusun Pacanan.
Komitmen Penurunan Kemiskinan
Melalui kolaborasi antara efisiensi birokrasi dan pendekatan sosial-budaya, Pemkab Jember optimis angka kemiskinan di tingkat desa dapat terus ditekan.

Program Bunga Desaku diharapkan menjadi jembatan agar tidak ada lagi kesenjangan layanan antara warga desa dan kota.
Dengan semangat kemandirian, Jember terus bergerak maju tanpa harus mengorbankan program-program kerakyatan yang sudah memberikan dampak nyata.
Editor : Imam Imron S.E
Pewarta. : Suharno
Publizher : Redaksi












