DUMAI,MN Cakrawala — Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dit Intelkam) Polda Riau melalui Unit 3 Subdit Politik memperkuat komunikasi dengan Badan Pekerja Pembentuk Daerah Otonomi Baru Wilayah Riau Bagian Pesisir (BPDOB-RP) Kota Dumai.
Pertemuan tatap muka tersebut tidak hanya membahas upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga menyentuh perkembangan aspirasi pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Riau Pesisir, termasuk perkembangan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI.
Dalam pertemuan itu, Panit 3 Subdit Politik Dit Intelkam Polda Riau, IPDA BOBI FAUZAR, S.H., mengajak tokoh masyarakat dan jajaran BPDOB-RP untuk membangun komunikasi yang baik serta memperkuat sinergi dengan kepolisian.
Menurutnya, komunikasi antara kepolisian dan kelompok masyarakat menjadi penting untuk memastikan dinamika aspirasi daerah tetap berlangsung dalam suasana aman dan kondusif.
“Kami dari Polda Riau mengajak seluruh tokoh masyarakat dan BPDOB-RP untuk bersinergi dengan Polda Riau dalam menjaga stabilitas kamtibmas,” ujar IPDA BOBI FAUZAR.
Ajakan tersebut mendapat respons positif dari Ketua Koordinator BPDOB-RP Kota Dumai, Ahmad Martilius. Ia menegaskan bahwa pihaknya siap membangun sinergi dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Dumai.
“Kami menerima Polda Riau untuk bersinergi dengan BPDOB-RP dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kota Dumai,” ungkap Ahmad Martilius.
Sementara itu, Ketua 17 Suku Kota Dumai, Chandra alias Ican, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi dengan 17 kelompok kesukuan yang ada di Kota Dumai.
Komunikasi tersebut, kata dia, dilakukan untuk menyamakan persepsi terkait aspirasi pembentukan Daerah Otonomi Baru sekaligus menjaga agar perjuangan tersebut tetap berjalan sesuai tujuan yang telah disepakati.
Intelkam Ingatkan Jangan Bergeser
Dalam pertemuan tersebut, IPDA BOBI FAUZAR juga memberikan penekanan agar gerakan pembentukan Provinsi Riau Pesisir tetap berada dalam koridor pembentukan Daerah Otonomi Baru sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia mengingatkan agar aspirasi tersebut tidak dimanfaatkan atau disusupi oleh kelompok maupun gerakan yang membawa agenda berbeda di luar tujuan pembentukan DOB.
“Kami menghimbau agar gerakan pembentukan Provinsi Riau Pesisir ini memang fokus pada pembentukan Daerah Otonomi Baru dan jangan sampai disusupi oleh gerakan yang mengarah pada Riau Merdeka maupun Daerah Istimewa Riau,” tegasnya.
Pernyataan tersebut langsung mendapat penegasan dari pengurus BPDOB-RP, Edo Yulihendri. Ia mengatakan, sejak awal perjuangan pembentukan Provinsi Riau Pesisir, pihaknya berupaya menjaga agar seluruh kegiatan tetap berada pada jalur perjuangan pembentukan DOB.
“Selama perjalanan kami untuk menciptakan Provinsi Riau Pesisir, kami sangat menjaga agar tidak disusupi oleh kelompok yang mengarah ke gerakan Riau Merdeka maupun Daerah Istimewa Riau,” kata Edo.
Pertemuan tersebut kemudian ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas kamtibmas di Kota Dumai.
Sinergi antara kepolisian, tokoh masyarakat, dan BPDOB-RP dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan aspirasi pembentukan DOB Riau Pesisir tetap berlangsung secara tertib, aman, dan sesuai dengan koridor hukum.
IPDA BOBI FAUZAR kembali mengingatkan seluruh pihak agar tidak memberikan ruang bagi pihak lain untuk memanfaatkan aspirasi tersebut untuk kepentingan di luar tujuan pembentukan DOB.
“Mari kita sama-sama menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Kota Dumai dan jangan sampai ada kelompok lain yang memanfaatkan niat kita untuk menciptakan Daerah Otonomi Baru Riau Pesisir,” tutupnya.(Ef)












