Pasuruan,MN Cakrawala – Bayang-bayang dugaan penyelewengan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Gerbo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, kini kembali mencuat ke permukaan.
Kasus lama yang sempat menghebohkan pada tahun 2020 itu seakan hidup kembali, membawa keresahan yang belum pernah benar-benar hilang dari ingatan warga.
Berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, dugaan penyimpangan anggaran tersebut disebut mencapai ratusan juta rupiah. Bahkan, pada saat itu aparat penegak hukum dikabarkan sempat melakukan pemanggilan terhadap kepala desa dan pengurus BUMDes untuk dimintai keterangan.
Namun setelah proses tersebut, perkembangan kasus justru menghilang tanpa kejelasan.
“Seperti ada yang terhenti di tengah jalan. Dulu ramai, sekarang tidak ada kabar sama sekali,” ungkap salah satu warga.
JEJAK PROYEK YANG MENINGGALKAN TANDA TANYA
Di lapangan, sejumlah program dan pembangunan yang diduga berasal dari dana BUMDes kini menjadi sorotan.
Beberapa di antaranya dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya, bahkan terlihat terbengkalai.
Kondisi ini memperkuat dugaan adanya ketidaksesuaian dalam pengelolaan anggaran. Warga pun mulai mempertanyakan ke mana sebenarnya aliran dana tersebut digunakan.
“Kalau benar ada anggaran besar, hasilnya harus jelas. Tapi ini justru menimbulkan banyak pertanyaan,” kata warga lainnya.
SUASANA ‘SUNYI’ YANG MENIMBULKAN KEGELISAHAN
Yang membuat situasi semakin terasa mencekam adalah sikap diam dari berbagai pihak. Minimnya informasi resmi membuat warga hanya bisa berspekulasi.
Percakapan terkait kasus ini sering terjadi, namun tidak pernah benar-benar terbuka. Banyak yang memilih berhati-hati, bahkan cenderung menghindari pembahasan secara langsung.
“Bicara soal ini seperti ada rasa takut. Tidak semua berani terbuka,” ujar warga.
TEKANAN MASYARAKAT MULAI MENGUAT
Seiring isu yang kembali mencuat, dorongan dari masyarakat agar kasus ini dibuka kembali semakin besar. Warga menilai transparansi adalah kunci untuk mengakhiri berbagai spekulasi yang berkembang.
Beberapa tokoh masyarakat mulai angkat suara, meminta pihak berwenang memberikan kejelasan atas dugaan yang telah lama menggantung ini.
“Kalau memang tidak ada masalah, sampaikan ke publik. Tapi kalau ada, harus ditindak tegas. Jangan dibiarkan,” tegas seorang tokoh warga.
POTENSI GELOMBANG BESAR JIKA TERUS DIBIARKAN
Sejumlah pengamat lokal menilai, jika kasus ini terus dibiarkan tanpa kejelasan, bukan tidak mungkin akan memicu gelombang ketidakpercayaan yang lebih besar di tengah masyarakat.
Dugaan yang terus hidup tanpa kepastian berpotensi menjadi pemicu konflik sosial, bahkan bisa merusak kepercayaan terhadap pengelolaan dana desa secara keseluruhan.
MENUNGGU TITIK TERANG
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terbaru dari pihak terkait mengenai perkembangan dugaan kasus tersebut.
Kini, warga Desa Gerbo hanya bisa menunggu—menunggu apakah kasus ini benar-benar akan dibuka kembali, atau kembali tenggelam seperti sebelumnya.
Namun satu hal yang pasti, suara masyarakat mulai bangkit.
Dan ketika suara itu semakin keras, kebenaran—cepat atau lambat—akan menemukan jalannya sendiri.(Tim/UL)












