Pengakuan Perempuan dan Bantahan Kades Gunung Toar: Publik Menunggu Sikap Inspektorat Kuansing

Pekanbaru,Cakrawala – Munculnya pengakuan seorang perempuan yang mengaku memiliki hubungan pribadi dengan Kepala Desa Gunung Toar, Ardi Setiawan, disertai bantahan tegas dari yang bersangkutan, kini menempatkan publik pada posisi menunggu kejelasan sikap negara, bukan sekadar klarifikasi personal.

 

Dalam situasi di mana pengakuan dan bantahan saling berhadapan, sorotan tidak lagi semata tertuju pada individu, melainkan pada integritas jabatan publik yang melekat pada Kepala Desa Gunung Toar, terlebih yang bersangkutan juga menjabat sebagai Ketua APDESI Kabupaten Kuantan Singingi.

 

Untuk menjaga marwah pemerintahan desa dan kepercayaan publik, Inspektorat Kabupaten Kuantan Singingi dinilai memiliki kewenangan sekaligus tanggung jawab moral untuk melakukan penelusuran informasi secara internal, setidaknya pada aspek etika, kepatutan, dan dampak terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa.

 

Langkah penelusuran tersebut penting bukan untuk membenarkan pengakuan atau membenarkan bantahan, melainkan untuk memastikan bahwa jabatan publik tidak menjadi ruang abu-abu yang kebal dari pengawasan, apalagi ketika isu yang mencuat menyangkut moralitas dan keteladanan pejabat desa.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Inspektorat Kuantan Singingi terkait apakah akan dilakukan klarifikasi atau pemeriksaan internal atas isu yang telah menjadi konsumsi publik tersebut.

 

Ketiadaan sikap resmi dikhawatirkan justru memperpanjang spekulasi, mencederai citra pemerintahan desa, dan berpotensi merugikan banyak pihak, baik secara institusional maupun sosial.(Ef)