Polisi Respon Cepat Antrean Pembelian Gas Melon, Cek Ketersediaan dan Penyaluran

Bondowoso,Cakrawala-Fenomena kelangkaan gas melon atau elpiji 3 kilogram subsidi diduga terjadi di Kabupaten Bondowoso. Sebuah video antrean panjang warga saat membeli gas viral di sejumlah media sosial, memicu perhatian aparat kepolisian.

 

Peristiwa itu diketahui terjadi di salah satu pangkalan yang berada di sekitar Pasar Induk, Kecamatan Kota, Kabupaten Bondowoso. Terlihat puluhan warga berdesakan dan saling berebut demi mendapatkan satu tabung gas melon.

 

Menanggapi kondisi tersebut, aparat kepolisian Satreskrim Polres Bondowoso langsung mendatangi lokasi pangkalan serta agen untuk melakukan pengecekan ketersediaan LPG bersubsidi.

 

Namun saat petugas tiba di pangkalan, seluruh stok gas melon telah habis terjual. Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui jatah LPG 3 kilogram di pangkalan tersebut sebanyak 100 tabung.

 

Sementara jumlah konsumen yang datang mencapai sekitar 150 orang. Kondisi ini diduga terjadi akibat sulitnya warga mendapatkan LPG di wilayah masing-masing, sehingga banyak yang terpaksa berburu gas ke kawasan Pasar Induk Bondowoso.

 

Dampaknya, warga justru dihadapkan pada antrean panjang yang mengular sejak pagi hari. Demi memperoleh satu tabung gas, warga rela berdesakan dan menunggu berjam-jam di depan pangkalan.

 

Kasatreskrim Polres Bondowoso, IPTU Wawan Triono mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan secara menyeluruh. Dari hasil pengecekan lapangan, diketahui warga yang datang ke pangkalan tidak hanya berasal dari wilayah kota, melainkan juga dari sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Bondowoso.

 

“Warga yang datang cukup banyak dan berasal dari berbagai wilayah, diantaranya Tamanan, Pujer, Grujugan dan kecamatan lain. Kami akan melakukan pengecekan lebih lanjut terkait distribusi dan penyaluran LPG 3 kilogram agar tepat sasaran,” jelasnya.

 

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak panik atas kondisi ini. Warga diminta tetap tenang dan membeli LPG sesuai kebutuhan, sehingga distribusi gas bersubsidi dapat berjalan lebih merata dan tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.(Red)