Sekolah Harus Ajarkan Keselamatan Lalu Lintas Sejak Dini

Jakarta,MN Cakrawala – Lonjakan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan usia produktif menjadi alarm serius. Solusinya tidak cukup hanya dengan penegakan hukum di jalan, tetapi harus dimulai dari pendidikan sejak dini di sekolah.

 

Di berbagai negara maju seperti Belanda, Jepang, Swedia, dan Jerman, pendidikan keselamatan lalu lintas sudah menjadi bagian dari kurikulum. Anak-anak tidak hanya mengenal rambu, tetapi juga dilatih praktik langsung, memahami etika di jalan, hingga membangun empati sebagai pengguna ruang publik.

 

Indonesia perlu mengambil langkah serupa. Banyak pelajar yang sudah berkendara tanpa pemahaman memadai tentang risiko dan aturan. Akibatnya, kelompok usia muda menjadi penyumbang terbesar angka kecelakaan.

 

Memasukkan pendidikan keselamatan lalu lintas ke dalam kurikulum bukan sekadar tambahan materi, melainkan investasi jangka panjang. Tujuannya membentuk budaya tertib berlalu lintas, menekan angka fatalitas, serta menanamkan tanggung jawab dan empati sejak dini.

 

Implementasinya bisa dilakukan secara sederhana namun efektif, mulai dari integrasi materi ke pelajaran seperti matematika dan fisika, hingga simulasi praktik di lingkungan sekolah. Kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, dan dunia pendidikan menjadi kunci agar program ini berjalan optimal.

 

Tanpa perubahan perilaku manusia, pembangunan infrastruktur jalan tidak akan cukup menekan angka kecelakaan. Karena itu, pendidikan keselamatan lalu lintas harus menjadi prioritas demi menyelamatkan generasi masa depan.***

 

Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI/Ef).