Ketua Pemuda LIRA Riau: May Day Bukan Seremonial, Tapi Alarm Keadilan

Pekanbaru,MN Cakrawala – Peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah alarm keras bagi negara dan dunia usaha: masih banyak buruh yang bekerja tanpa kepastian, tanpa perlindungan, dan tanpa upah yang layak.

 

Ketua DPW Pemuda LIRA Riau, Daniel Saragi, S.H., menegaskan bahwa buruh adalah tulang punggung ekonomi yang kerap dilupakan saat kebijakan dibuat.

 

“Saya, Daniel Saragi, S.H., mewakili keluarga besar DPW Pemuda LIRA Riau, mengucapkan Selamat Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026. Buruh bukan hanya penggerak ekonomi—mereka adalah fondasi kedaulatan bangsa.”

 

Menurutnya, hingga hari ini masih ada ketimpangan nyata: pekerja lokal yang terpinggirkan, hak normatif yang diabaikan, serta lemahnya penegakan hukum ketenagakerjaan.

 

“May Day harus menjadi momentum perlawanan terhadap ketidakadilan. Tidak boleh ada lagi buruh yang diperas tenaganya tanpa kepastian masa depan.”

 

Pemuda LIRA Riau, lanjut Daniel, akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial—mengawal perusahaan dan pemerintah agar tidak bermain-main dengan hak pekerja.

 

Ia juga menekankan bahwa perusahaan di Riau harus berhenti mengabaikan pekerja lokal dan mulai menunjukkan tanggung jawab sosial yang nyata.

 

“Buruh bukan sekadar pencari nafkah. Mereka pejuang ekonomi keluarga sekaligus penopang negara. Jika buruh sejahtera, Indonesia akan kuat.

 

Di akhir pernyataannya, Daniel menyerukan solidaritas:

Hidup Buruh!

Hidup Rakyat!

Hidup Pemuda!

 

Pewarta : Ef