Lumajang,Media Nasional Cakrawala-Perkembangan teknologi digital mendorong pelaku usaha untuk beradaptasi agar mampu meningkatkan efisiensi dan daya saing. Namun, tidak sedikit UMKM yang masih mengandalkan pencatatan transaksi dan pengelolaan stok secara manual. Kondisi tersebut mendorong Tim Pengabdian Politeknik Negeri Malang (Polinema) PSDKU Lumajang melaksanakan program pendampingan digitalisasi pada UD Sumber Barokah, sebuah UMKM toko bangunan yang berlokasi di Desa Gedangmas, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat yang dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dan didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tahun 2026 (BIMA 2026).
Program tersebut bertujuan membantu mitra meningkatkan kualitas pengelolaan usaha melalui penerapan sistem Point of Sales (POS) berbasis barcode yang mampu mengintegrasikan pencatatan transaksi dan manajemen stok secara digital.
Program ini dilaksanakan oleh tim multidisiplin dari Polinema PSDKU Lumajang yang terdiri atas Rizqi Khoirunisa sebagai ketua tim, didampingi Lely Indah Kurnia yang berperan dalam penyusunan materi dan penguatan literasi digital, serta Inggrid Yanuar Risca Pratiwi yang bertanggung jawab pada implementasi dan pendampingan teknis sistem POS berbasis barcode. Tim juga melibatkan mahasiswa Program Studi D3 Akuntansi sebagai bentuk implementasi pembelajaran yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Ketua Tim Pengabdian, Rizqi Khoirunisa, menjelaskan bahwa sebelum program dilaksanakan seluruh aktivitas transaksi di UD Sumber Barokah masih dicatat menggunakan nota kertas dan buku tulis.
Meskipun usaha ini melayani puluhan transaksi setiap hari dengan ratusan jenis produk, pemilik usaha belum memiliki sistem yang dapat menampilkan informasi stok secara cepat dan akurat. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan, keterlambatan penyusunan laporan, hingga kesulitan dalam menentukan kebutuhan pengadaan barang.
“Digitalisasi bukan hanya tentang penggunaan aplikasi, tetapi bagaimana teknologi dapat membantu pelaku UMKM bekerja lebih efektif, mengurangi kesalahan pencatatan, serta mendukung pengambilan keputusan usaha berdasarkan data,” ungkap Rizqi.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian melakukan pendampingan secara bertahap yang diawali dengan identifikasi kebutuhan mitra, inventarisasi produk, penyusunan kode Stock Keeping Unit (SKU), pelabelan barcode, instalasi aplikasi POS, hingga pelatihan penggunaan sistem kepada pemilik dan karyawan. Selain itu, tim juga mendampingi mitra dalam memanfaatkan perangkat pendukung seperti barcode scanner, printer label barcode, dan printer struk agar seluruh proses transaksi dapat dilakukan secara lebih praktis dan terdokumentasi dengan baik.
Penerapan sistem POS berbasis barcode memberikan berbagai manfaat bagi mitra. Setiap transaksi penjualan kini dapat tercatat secara otomatis dan langsung memperbarui jumlah persediaan barang.
Pemilik usaha juga dapat memantau kondisi stok secara real-time, memperoleh laporan penjualan secara lebih cepat, serta mengidentifikasi produk yang memiliki tingkat perputaran tinggi (fastmoving) maupun rendah (slow-moving). Informasi tersebut diharapkan menjadi dasar dalam menentukan strategi pembelian dan pengelolaan persediaan secara lebih tepat.
Perubahan tersebut juga dirasakan langsung oleh Vika Aulia, kasir UD Sumber Barokah yang setiap hari bertugas melayani transaksi pelanggan. Menurutnya, sebelum adanya sistem POS berbasis barcode, proses pencatatan transaksi masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu lebih lama dan berpotensi terjadi kesalahan pencatatan.
“Sekarang pekerjaan kami jauh lebih mudah. Saat melayani pelanggan, barang cukup dipindai menggunakan barcode sehingga transaksi bisa diproses lebih cepat. Stok barang juga langsung berkurang secara otomatis di sistem, jadi kami tidak perlu lagi mencatat satu per satu seperti sebelumnya,” ujar Vika.
Ia menambahkan bahwa sistem baru tersebut juga memudahkan karyawan dalam mencari informasi ketersediaan barang ketika pelanggan bertanya. “Kalau dulu harus mengecek langsung ke gudang atau mengingat stok yang ada, sekarang kami bisa melihat informasinya melalui aplikasi. Pelayanan kepada pelanggan menjadi lebih cepat dan kami juga lebih percaya diri karena data yang ditampilkan lebih akurat,” tambahnya.
Selain menghadirkan solusi teknologi, kegiatan ini juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia.Oleh karena itu, tim tidak hanya memberikan pelatihan penggunaan aplikasi, tetapi juga menyusun panduan operasional dan melakukan pendampingan hingga mitra mampu mengoperasikan sistem secara mandiri. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan pemanfaatan teknologi setelah program pengabdian selesai dilaksanakan.
Program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transformasi digital UMKM sebagai salah satu strategi memperkuat perekonomian nasional. Bagi UD Sumber Barokah, digitalisasi diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat daya saing usaha melalui pengelolaan stok dan transaksi yang lebih tertib, akurat, dan berbasis data.

Melalui kegiatan pengabdian ini, Polinema PSDKU Lumajang menegaskan komitmennya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pemberdayaan masyarakat yang memberikan solusi nyata terhadap permasalahan yang dihadapi UMKM. Ke depan, model pendampingan digitalisasi ini diharapkan dapat direplikasi pada UMKM sektor perdagangan lainnya sehingga semakin banyak pelaku usaha yang mampu memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usahanya.
Narasumber : Rizqi Khoirunisa
Editor : Imam Imron S.E
Publizher : Redaksi












