Aulia Ulfa: Faktor Ekonomi  Tidak Jadi Penghalang,Anak Penjual Es  Jadi Lulusan Terbaik IPB University

Bondowoso,MN Cakrawala-Keterbatasan ekonomi tidak menghalangi Aulia Ulfa untuk meraih prestasi akademik. Berasal dari keluarga sederhana di Bondowoso, Jawa Timur, Aulia berhasil menyelesaikan pendidikan di Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University dan menjadi salah satu lulusan terbaik saat momen wisuda.

 

Orang tua Aulia menghidupi keluarga dengan berjualan es, mi instan, kopi, dan aneka jajanan di satu warung kecil di Bondowoso. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas justru menjadi motivasi bagi Aulia untuk terus berusaha meraih pendidikan yang lebih tinggi.

 

“Di antara banyak karunia yang Allah berikan, menjadi bagian dari IPB adalah salah satu takdir yang paling saya syukuri. Bagi saya, kesempatan menjadi mahasiswa merupakan pertaruhan yang menggiurkan untuk menempa diri di tengah keterbatasan yang telah menjadi teman akrab saya sejak lahir,” ujar Aulia.

 

Lulusan SMAN 1 Tenggarang, Bondowoso, ini bersyukur bisa menjadi penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang sangat membantu biaya pendidikannya. Ia juga memanfaatkan fasilitas Asrama Pendidikan Kompetensi Umum (PKU) dan Asrama Kepemimpinan selama tiga tahun pertama kuliah.

 

“Tinggal di Asrama sangat meringankan biaya hidup saya selama merantau di Bogor,” akunya.

 

Selama menjadi mahasiswa, Aulia tidak hanya fokus pada kegiatan akademik. Ia aktif mengikuti berbagai penelitian, konferensi, dan program magang. Ia juga dipercaya menjadi asisten praktikum dan tutor serta bergabung dalam IPB Sustainable Science Research Students Association (IPB SSRS) dan LKM Birena Al-Hurriyyah.

 

“Di IPB University, saya belajar bahwa menjadi biologist bukan hanya tentang memahami kehidupan, tetapi juga berani mempertanyakan, mengamati, dan mencari jawabannya,” katanya.

 

Penelitian skripsinya mengungkap konsep plasticity, yaitu kemampuan organisme untuk merespons dan menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan. Dari riset itu ia maknai sebagai bagian dari perjalanan hidupnya sendiri.

 

“Saya belajar bahwa bertumbuh tidak selalu membutuhkan keadaan yang ideal. Sering kali kita justru paling banyak bertumbuh setelah mampu beradaptasi, mencoba kembali, dan memberi diri sendiri kesempatan untuk berkembang meskipun kondisi tidak sesuai harapan,” tuturnya.

 

Di balik pencapaiannya, Aulia juga menyampaikan rasa syukur atas kehadiran para dosen, kakak tingkat, dan teman-teman yang memberikan dukungan selama masa studinya.

 

“Dipertemukan dengan dosen, kakak tingkat, serta rekan-rekan yang baik dan tulus merupakan hal yang paling saya syukuri. Mereka membuat perjalanan ini terasa lebih hangat dan mengajarkan bahwa sejauh apa pun saya melangkah, pencapaian tidak pernah benar-benar berjalan sendirian,” ujarnya.

 

Bagi Aulia, perjalanan dari warung kecil di Bondowoso hingga menjadi salah satu lulusan terbaik IPB University menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Dengan kesempatan, kerja keras, kemampuan beradaptasi, serta dukungan dari orang-orang di sekitarnya, ia mampu mengubah keterbatasan menjadi bagian dari perjalanan menuju keberhasilan. (red)

 

Kata kunci: lulusan terbaik, wisudawan, Bondowoso, IPB University

Kategori SDGs: 4

==========

Direktorat Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University

Website: www.ipb.ac.id | admisi.ipb.ac.id I ppid.ipb.ac.id

Telp: 0251-8622642

WA: 0813-1114-5893

Email: redaksi@apps.ipb.ac.id

Fb: IPB University

Twitter: @ipbofficial

IG: @ipbofficial

LinkedIn: IPB University

YouTube: IPB TV

TikTok: @ipbuniversity