Badean Bergoyang! Karnaval HUT RI ke-81 Dimeriahkan 16 Peserta Sound Horeg, Ribuan Warga Tumpah Ruah

JEMBER, MN Cakrawala – Kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 berlangsung meriah di Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember. Ribuan warga tumpah ruah memadati sepanjang rute karnaval sejauh kurang lebih 2 kilometer untuk menyaksikan parade sound horeg yang diikuti 16 kelompok peserta dari berbagai dusun.

Gelaran karnaval tahun ini tampil berbeda dengan dominasi armada sound system berdaya besar yang menyuguhkan dentuman musik menggelegar. Beragam alunan musik perjuangan hingga lagu-lagu kreasi modern berpadu dengan dekorasi kendaraan yang megah dan kreatif, sehingga sukses menarik perhatian masyarakat yang memadati sepanjang jalur parade.

Sebanyak 16 kelompok peserta saling menunjukkan kreativitas dan kemampuan dalam menyajikan performa audio terbaik. Dentuman bass yang menggema, ditambah penampilan para dancer dengan tarian atraktif, semakin menambah semarak suasana dan membuat masyarakat antusias menyaksikan jalannya karnaval.

Untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib, panitia pelaksana bersama aparat gabungan dari Polsek Bangsalsari, Koramil, Satpol PP, serta Linmas Desa Badean melakukan pengamanan secara terpadu. Petugas disebar di sejumlah titik strategis, mulai dari garis pemberangkatan, persimpangan yang rawan kemacetan, hingga lokasi akhir kegiatan.

Kapolsek Bangsalsari, Sugiyono, S.H., saat ditemui MN Cakrawala menyampaikan bahwa karnaval di Desa Badean merupakan kegiatan yang menyedot perhatian masyarakat dalam jumlah besar. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama seluruh pihak untuk menjaga keamanan dan kelancaran selama parade berlangsung.

Menurutnya, pengamanan tidak hanya dilakukan oleh aparat TNI-Polri dan petugas terkait, tetapi juga melibatkan panitia serta masing-masing pemilik sound system yang bertanggung jawab terhadap armada dan kelompok pesertanya.

“Kami bersama TNI dari Koramil, Satpol PP, Linmas, panitia pelaksana, serta masing-masing peserta sound system bersinergi melakukan pengamanan di sepanjang rute karnaval. Terutama ketika melintasi jalur yang terdapat kabel listrik PLN, agar iring-iringan parade sound horeg dapat berjalan aman tanpa mengganggu jaringan listrik,” ungkap Sugiyono.

Ia juga mengimbau seluruh peserta dan penonton agar tidak membawa senjata tajam maupun minuman keras yang berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban. Jangan membawa senjata tajam maupun minuman keras karena hal tersebut dapat memicu terjadinya keributan dan mengganggu jalannya karnaval. Apabila ditemukan pelanggaran atau terjadi tindakan yang tidak diinginkan, tentu akan kami tindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Sugiyono berharap seluruh masyarakat dapat menikmati kemeriahan karnaval dengan penuh kegembiraan, tetap menjaga ketertiban, serta menciptakan suasana yang aman, damai, dan nyaman. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan Pemerintah Desa Badean yang harus dijaga bersama agar dapat terus berlangsung dengan baik.

Sementara itu, Kepala Desa Badean, Purnanto, S.Sos., menyampaikan bahwa karnaval dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81 merupakan kegiatan bersama yang membutuhkan dukungan dan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Ia mengajak seluruh warga, peserta karnaval, dan pihak yang terlibat untuk senantiasa menjaga kondusivitas selama kegiatan berlangsung hingga selesai.

“Ini merupakan gawe kita bersama. Mari kita jaga keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Melalui kegiatan ini, kita ingin menunjukkan bahwa Badean adalah desa yang ramah, cinta damai, dan bersahaja,” ujar Purnanto.

Lebih lanjut, Purnanto menjelaskan bahwa pemerintah desa juga memperhatikan kenyamanan dan kesehatan masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sepanjang rute karnaval. Mengingat dentuman sound system berdaya besar berpotensi menimbulkan kebisingan, pemerintah desa telah menyiapkan fasilitas antar-jemput bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan ke rumah sakit.

Selain itu, bagi warga yang merasa terganggu oleh kebisingan dan dentuman bass selama parade berlangsung, pemerintah desa juga memberikan fasilitas tempat menginap di hotel sesuai pilihan warga. Fasilitas tersebut disediakan sebagai bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap kenyamanan masyarakat selama pelaksanaan kegiatan yang berlangsung satu malam tersebut.

Purnanto menegaskan, kemeriahan perayaan kemerdekaan harus tetap diimbangi dengan kepedulian terhadap lingkungan dan kenyamanan seluruh warga, sehingga semua lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat serta kebahagiaan dalam menyambut HUT RI ke-81.

Di akhir kegiatan, Purnanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh warga, 16 kelompok peserta sound horeg, panitia pelaksana, serta aparat keamanan gabungan yang telah berpartisipasi dan bekerja sama menyukseskan kegiatan tersebut.

Berkat sinergi dan kerja sama seluruh pihak, parade sound horeg yang dimeriahkan berbagai penampilan menarik dan atraksi para dancer itu berlangsung meriah, lancar, aman, dan kondusif hingga seluruh rangkaian acara selesai.

Kemeriahan karnaval Desa Badean tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum mempererat persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.(Suharno/Iryanto)