Launching TPST Glagaharum, Sinergi Wujudkan Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi dan Mandiri

Sidoarjo, MN Cakrawala – Mengajak masyarakat untuk memilah, mengelola, dan mengolah sampah rumah tangganya menjadi kunci mengatasi volume sampah yang kian menumpuk. Pasalnya, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2025, dari total 41,38 juta ton sampah yang dihasilkan masyarakat Indonesia, nyaris separuhnya (45,9%) merupakan sampah rumah tangga. Dari jumlah itu, sebanyak 26,96 juta ton ditengarai tidak terkelola dengan baik. Kesadaran mengelola sampah sejak dari hulu inilah yang mendorong Pemerintah Desa Glagaharum Meresmikan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) pada Rabu, (29/07/2026).

 

Terletak di Dusun Risen RT 06 RW 02 bangunan TPST kurang lebih seluas 10 x 25 meter itu sedianya akan menjadi sentra pengelolaan sampah rumah tangga organik dan anorganik yang dihasilkan masyarakat desa.

 

Kepala Desa Glagaharum H. Muhammad Saifulloh As`ary S.Si.,M.Pd. mengungkapkan dalam peresmian TPST ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang mandiri dan terintegrasi. Sehingga, sampah yang selama ini dianggap sebagai masalah bukan saja akan terkelola, namun juga bisa menjadi alternative income bagi masyarakat.

 

“TPST ini menjadi harapan baru mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, mandiri, dan berdampak baik dari segi lingkungan maupun ekonomi,” ujarnya.

 

Hadir dalam launching TPST Glagaharum perwakilan dari DLHK Budi Santoso berharap, setelah beroperasi TPST Glagaharum bukan hanya akan menjadi sentra pemilahan, pengelolaan, dan pemilahan sampah, namun juga simbol terkait pentingnya mengelola sampah sejak dari hulu, yakni masyarakat.

 

“Pada akhirnya, masalah sampah ini bisa diatasi secara bersama-sama, utamanya dari kesadaran masyarakat itu sendiri,” tambahnya.

Optimis ketua TPST Glagaharum Amirul Santoso, Sampah kan selama ini dianggap tidak bernilai, pelan-pelan akan kita dikelola dengan baik hingga dapat menjadi pemasukan tambahan juga bagi masyarakat nantinya, tutup Amirul.

(Yat/Gjh)