Menko Polkam Dudung Abdurachman Terima Tim Ahli Brasil, Bahas Teknologi Pemadaman Karhutla

JAKARTA – MN Cakrawala,Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal (Purn.) Dudung Abdurachman menerima kunjungan Tim Ahli Penanganan Kebakaran Hutan dari Brasil yang didampingi Duta Besar Brasil untuk Indonesia, Andhika Chrisnayudhanto, di Kantor Kemenko Polkam, Selasa (13/10/2026).

 

Pertemuan tersebut membahas potensi pemanfaatan teknologi cairan pemadam asal Brasil sebagai salah satu alternatif untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

 

Teknologi tersebut dijajaki untuk membantu mempercepat proses pemadaman sekaligus menghambat penyebaran api, terutama dalam menghadapi kebakaran yang berpotensi meluas dan mengancam kawasan hutan maupun lahan di sejumlah wilayah.

 

Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya mencari alternatif penanganan karhutla melalui pemanfaatan teknologi dan pengalaman dari negara lain yang memiliki pengetahuan dalam pengendalian kebakaran hutan.

 

Selain membahas potensi penerapan cairan pemadam, pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman mengenai strategi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

 

Pertukaran informasi ini diharapkan dapat membuka peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas, khususnya dalam mendukung peningkatan kapasitas penanganan karhutla melalui inovasi teknologi dan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan di Indonesia.

 

Penjajakan teknologi dari Brasil juga menjadi salah satu alternatif yang dapat dipelajari lebih lanjut untuk mendukung efektivitas upaya pemadaman. Pemanfaatannya perlu mempertimbangkan kesesuaian dengan kondisi lapangan, efektivitas teknis, serta aspek keamanan dan lingkungan.

 

Melalui pertemuan tersebut, Kemenko Polkam menjajaki peluang penguatan kerja sama dengan Brasil dalam penanggulangan karhutla. Kolaborasi lintas negara diharapkan dapat memperkaya pilihan strategi dan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

 

Upaya ini menjadi bagian dari dorongan untuk memperkuat penanganan karhutla melalui pertukaran keahlian, inovasi, dan kerja sama internasional demi mendukung perlindungan lingkungan serta menjaga keamanan masyarakat dari dampak kebakaran.(Syp)