Panen Jagung Pipil KWT Manggis Bukit Kratai, Dukung Program Swasembada Pangan 2026

KAMPAR,MN Cakrawala— Upaya mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan tahun 2026 terus dilakukan di tingkat desa. Salah satunya melalui kegiatan panen jagung pipil yang dilaksanakan Kelompok Wanita Tani (KWT) “Manggis” di Desa Bukit Kratai, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar, Kamis (20/8/2026).

 

Kegiatan panen yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB tersebut turut dihadiri Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursyid, SH, Kepala Desa Bukit Kratai Supriamuji, SP, PPL Kecamatan Rumbio Jaya Ibnu Rusdi, SP, Ketua BUMDes Muhammad Nurhuda, Ketua KWT Manggis Heni Susanti, Kanit Bimas IPTU Juli Suprial Ritonga, Bhabinkamtibmas beserta personel Polsek Kampar, mahasiswa KKN, Ketua BPD Bukit Kratai Muhammad Julianto, serta para kepala dusun, RT, RW dan anggota KWT.

 

Lahan yang menjadi lokasi panen memiliki luas sekitar 0,5 hektare dan dikelola oleh KWT Manggis. Jagung yang dibudidayakan merupakan jenis jagung pipil dengan penggunaan bibit sekitar 30 kilogram serta jarak tanam 25 x 40 sentimeter.

 

Dari lahan tersebut, hasil panen diperkirakan mencapai sekitar 1.000 kilogram atau satu ton jagung pipil.

 

Kegiatan panen ini menjadi salah satu bentuk keterlibatan masyarakat desa dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan, sekaligus menunjukkan bahwa kelompok tani perempuan memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan lahan pertanian dan meningkatkan produktivitas pangan di tingkat lokal.

 

Kehadiran unsur pemerintah desa, penyuluh pertanian, kepolisian, BUMDes hingga mahasiswa KKN dalam kegiatan tersebut juga memperlihatkan adanya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pengembangan sektor pertanian masyarakat.

 

Panen jagung berakhir sekitar pukul 11.30 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib dan kondusif.

 

Dengan hasil panen yang diperkirakan mencapai satu ton dari lahan seluas setengah hektare, KWT Manggis diharapkan dapat terus mengembangkan produktivitas pertanian sekaligus menjadi bagian dari gerakan memperkuat ketahanan pangan masyarakat di Kabupaten Kampar.(EF)