JEMBER –MN CAKRAWALA, Bupati Jember, Gus Fawait, secara resmi melepas sekitar 3.000 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif yang berasal dari 17 Perguruan Tinggi se-Kabupaten Jember. Acara pelepasan yang berlangsung meriah ini digelar di Alun-Alun Jember pada Minggu (19/7/2026).
Program KKN Kolaboratif tahun ini mengusung tema “Desa Cinta” (Desa Cerdas Inklusi dan Tangguh). Prosesi pelepasan ini turut dihadiri oleh para rektor dan perwakilan perguruan tinggi, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Kepala Desa, Lurah, serta ribuan mahasiswa peserta KKN.
Tantangan Bupati: Validasi Data Kemiskinan Ekstrem (Desil 2)
Dalam sambutannya, Bupati Jember Gus Fawait menekankan pentingnya peran pemuda dan mahasiswa sebagai agen perubahan dalam sejarah bangsa.
Ia secara khusus menantang para mahasiswa untuk membantu pemerintah daerah dalam melakukan validasi data riil di lapangan, khususnya terkait data Desil 2 atau kategori masyarakat miskin ekstrem.
”Kita jangan cuman pintar mengkritik, tetapi kita harus memberikan masukan-masukan konkret. Banyak bantuan yang luput dan tidak tepat sasaran, yang kaya dapat bantuan yang miskin tidak dapat bantuan. Di sinilah saya menantang adik-adik semua membantu pemerintah menyajikan data Desil 2,” ujar Gus Fawait di hadapan ribuan mahasiswa.
Bupati menambahkan bahwa Kabupaten Jember saat ini memiliki angka kemiskinan absolut terbesar kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten Malang. Kehadiran KKN Kolaboratif dari puluhan kampus ini diharapkan dapat memutus paradoks banyaknya institusi pendidikan dengan tingginya angka kemiskinan melalui kontribusi data yang akurat demi efektivitas program pengentasan kemiskinan pemerintah.
Dukungan dari Perguruan Tinggi
Senada dengan Bupati, Rektor ITS (Institut Teknologi dan Sains) MANDALA Jember, Prof. Dr. Suwignyo Widagdo, SE, MM, menyatakan dukungannya terhadap program ini. Menurutnya, konsep KKN Kolaboratif sangat baik karena membangun interaksi positif antarkampus sekaligus menyukseskan program kerja Pemerintah Kabupaten Jember.
Prof. Suwignyo menjelaskan bahwa selain mengirimkan delegasi dalam program kolaboratif ini, ITS Mandala juga menerjunkan mahasiswanya secara mandiri di tiga kecamatan lain.
”Ide filosofinya bagus karena ada interaksi dengan beberapa perguruan tinggi dan untuk menyukseskan programnya Gus Bupati. Khusus untuk Mandala, kami juga menerjunkan mahasiswa di tiga kecamatan yaitu Ambulu, Balung, dan Puger,” jelas Prof. Suwignyo.
Ia berharap melalui tiga mandat utama yang dibawa oleh mahasiswa dalam program “Desa Cinta” ini, khususnya validasi data kemiskinan, target penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Jember dapat segera tercapai melalui proses pemberdayaan masyarakat desa. (Suharno)












