CAKRAWALA ,PASURUAN– Seorang wartawan dari media Pontas.id diduga mendapat tekanan dari oknum LSM usai pemberitaan terkait kasus penganiayaan di Cafe Edelweis mencuat ke publik.
Wartawan tersebut inisal ABD yang akrab disapa DLH mengungkapkan bahwa dirinya menerima panggilan telepon dari seseorang yang diduga oknum LSM. Panggilan itu datang tak lama setelah tayangnya berita berjudul, “Dua LSM Ajukan Surat Damai, Korban Penganiayaan di Cafe Edelweis Tetap Lanjutkan Perkara Hukum.”
Dalam percakapan tersebut, DL menilai ada nada keberatan sekaligus upaya mengarahkan isi pemberitaan.
“Saya heran, tiba-tiba ada yang menghubungi dan menegur. Padahal dalam berita saya tidak ada penyebutan nama. Tapi kok seolah-olah dia merasa tersinggung dan mengarah ke dirinya,” ujar DL, Sabtu (02/04/2026).
Ia menegaskan, berita yang ditulisnya murni berdasarkan fakta dan narasi yang berkembang, tanpa menyebut identitas pihak tertentu. Karena itu, ia mempertanyakan reaksi berlebihan dari pihak yang menghubunginya.
“Kalau memang tidak merasa terlibat, kenapa harus bereaksi seperti itu? Justru ini menimbulkan tanda tanya,” tegasnya.
DLH juga menjelaskan bahwa dirinya sebelumnya telah mengikuti perkembangan kasus penganiayaan di Cafe Edelweis sejak awal kejadian. Namun, setelah cukup lama tidak ada kabar, muncul informasi terbaru terkait penangkapan salah satu dari tiga Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh tim Resmob Polres Pasuruan.
Dari situ, ia kembali menulis berdasarkan data dan informasi yang beredar, tanpa menyebut nama, hanya mengacu pada dugaan keterlibatan dua oknum LSM.
“Kalau saya tahu dan ada data jelas, tentu saya konfirmasi. Tapi dalam berita itu tidak ada nama, hanya menyebut dua oknum LSM. Jadi saya tulis sesuai fakta yang ada,” imbuhnya.
Lebih lanjut, DLH juga menyinggung adanya isu kesepakatan uang damai senilai Rp.30 juta dalam kasus tersebut. Menurutnya, reaksi cepat dan nada intervensi dari oknum yang menghubunginya justru memperkuat dugaan adanya keterkaitan.
“Kalau tidak ada kaitannya, tidak mungkin tiba-tiba menghubungi dengan nada seperti itu. Ini justru terkesan ada upaya intervensi terhadap kerja jurnalistik,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak yang bersangkutan atau oknum LSM.(Tim/SP)












