JEMBER —MN Cakrawala– Stadion Jember Sport Garden (JSG) menjadi saksi dimulainya Turnamen Sepak Bola Piala Bupati Cup 2026 pada Jumat (18/9/2026).
Kejuaraan tahunan yang diinisiasi oleh Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Jember ini menggabungkan kompetisi liga pelajar dan turnamen antar-kecamatan guna menjaring potensi atlet-atlet muda berbakat dari seluruh penjuru daerah.
Bupati Jember, Gus Fawait, dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun fondasi pembinaan yang berkesinambungan sejak usia dini.
Ia menilai keberhasilan klub lokal seperti Persid yang sukses menembus level nasional harus diimbangi dengan regenerasi pemain yang matang dari tingkat terbawah.
“Ini adalah ikhtiar kita bersama. Setelah Persid beberapa waktu lalu mencetak sejarah masuk ke level nasional walau belum juara, kita tidak boleh tinggal diam. Tentu kita harus segera berbenah dan membuat terobosan untuk menyiapkan generasi penerus sepak bola ini dari jenjang yang paling bawah,” tegas Gus Fawait.
Ia juga menegaskan bahwa gelaran ini merupakan investasi jangka panjang untuk mendukung cita-cita besar sepak bola Indonesia di panggung internasional.
“Mungkin orang melihat ini hal yang sepele, tetapi ini ikhtiar kita untuk menyiapkan bagaimana Indonesia, khususnya Kabupaten Jember, bisa memberikan sumbangsih mengharumkan nama bangsa.
Mimpinya Indonesia bisa lulus ke Piala Dunia, dan itu tidak bisa disiapkan dalam satu dua tahun, melainkan butuh bertahun-tahun,” tambah Bupati.
Atmosfer persaingan tahun ini dipastikan sangat semarak.
Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Exco PSSI Jember, Zainul Arifin, membeberkan tingginya antusiasme peserta yang berlaga di berbagai divisi dan tingkatan sekolah.
“Alhamdulillah Piala Bupati hari ini dibuka oleh Pak Bupati. Ini merupakan liga pelajar tingkat SD, SMP, MTs, SMA, SMK, MA, hingga antar-kecamatan.
Untuk kategori kecamatan diikuti 28 tim dari total 31 kecamatan. Untuk tingkat SMP ada 48 tim yang terbagi dalam tiga divisi plus playoff, MTs ada 16 tim dalam dua divisi, dan tingkat SMA/SMK/MA diikuti 44 peserta,” jelas Zainul.
Zainul menggarisbawahi komitmen PSSI Jember untuk terus memperbanyak jam terbang bertanding para pemain muda melalui iklim kompetisi yang sehat dan konsisten sepanjang tahun.
“Hampir dalam satu tahun ini PSSI tidak pernah berhenti melaksanakan kegiatan pembinaan.
Intinya support dari PSSI untuk sepak bola Jember, baik untuk tim Popda, Porprov, Persid, maupun memperkuat tim-tim Liga 1, 2, dan 3 sangat terbuka. Terbukti banyak pemain kita yang jam terbang dan kemampuan bermainnya lebih matang,” ungkapnya.
Dukungan terhadap kejuaraan ini juga datang dari jajaran pemerintah desa. Kepala Desa Balet Baru, Kecamatan Sukowono, H. Ahmad Fauzi, mengapresiasi tinggi terobosan pembinaan sepak bola sejak usia dini ini.
“Ini momentum terbaik di era masanya Pak Bupati, ada event Liga Pelajar. Di mana nanti Jember ini punya bibit-bibit unggul terkait masalah persepakbolaan, khususnya. Sangat bangga dengan kegiatan ini, karena sepak bola insyaallah kalau ditata dari awal, dimulai dari usia dini, akan maju ke depan,” tutur H. Ahmad Fauzi.
Menatap peta persaingan di tingkat kecamatan, Ahmad Fauzi menegaskan bahwa kontingen Sukowono datang dengan persiapan matang dan target tinggi.
“Kecamatan Sukowono tahun ini ikut andil di Piala Bupati ini.
Kami sudah menyiapkan kerangka tim yang sudah kami persiapkan lebih dari 4 bulan. Insyaallah kami sangat optimis.
Dengan materi yang kami kumpulkan, ada seleksi yang sudah kita lakukan, meskipun ada tim-tim besar antara Jenggawah dan Umbulsari, insyaallah kita optimis untuk jadi juara,” pungkasnya.
(Suharno)












