Pasuruan,MN Cakrawala-APBD Kabupaten Pasuruan Sudah Menganggarkan Sewa Taman Candra Wilwatikta.
Apakah ada jaminan Peserta Pameran dan Pelaku Industri yang Ingin Membuka Stand Masih Tidak Dimintai Biaya per Stand. Benarkah? Kalau Benar Mbayar, Uang Itu untuk Apa?
Malam ini, 21 September 2026, Pekan Raya Pasuruan 2026 resmi dibuka di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan.
Selama tujuh hari, hingga 27 September 2026, masyarakat disuguhi pameran, produk UMKM, stan pelayanan instansi pemerintah, perusahaan swasta, perbankan, kuliner, hingga hiburan artis nasional. Acara ini menjadi bagian dari semarak Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097.
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo juga ikut mempromosikan kegiatan tersebut kepada masyarakat melalui media sosial.
Artinya, Pekan Raya Pasuruan bukan acara kecil.
Acara ini membawa nama Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
Tetapi di tengah kemeriahan itu, muncul desas-desus yang tidak mengenakkan.
Bukan soal siapa artis yang tampil.
Tetapi:
siapa sebenarnya membayar apa?
Informasi yang diterima FORMAT Pasuruan menyebutkan bahwa Pemkab Pasuruan telah menganggarkan sewa Taman Candra Wilwatikta. Selain itu, OPD yang mengikuti pameran juga disebut menyiapkan kebutuhan stand dan dekorasinya dengan anggaran masing-masing.
Informasi mengenai pembiayaan tersebut masih perlu dibuka secara resmi oleh Pemkab Pasuruan
Namun kemudian muncul kabar lain.
Santer beredar informasi di kalangan peserta bahwa sejumlah peserta pameran dan pelaku industri yang ingin membuka stand disebut-sebut dimintai biaya per stand.
Benarkah?
Kalau benar, biaya tersebut sebenarnya untuk apa?
Sewa stand?
Dekorasi?
Jasa EO?
Promosi?
Sponsorship?
Atau paket komersial tertentu?
Semua kemungkinan itu bisa saja memiliki penjelasan yang sah.
Tetapi kalau memang sah, seharusnya mudah dijelaskan kepada publik:
berapa tarif resminya, apa komponennya, fasilitas apa yang didapat peserta, dan siapa yang menerima pembayarannya?
FORMAT Pasuruan menegaskan bahwa praktek membayar per stand tersebut merupakan informasi yang beredar.
Format hanya menanyakan:
Siapa event organizer Pekan Raya Pasuruan 2026?
Bagaimana mekanisme penunjukannya?
Apa saja komponen yang sudah dibiayai pemerintah?
Dan benarkah peserta pameran atau pelaku industri masih harus mengeluarkan biaya per stand?
Jika informasi tersebut keliru, luruskan dengan data.
Jika benar terdapat pembayaran, jelaskan mekanismenya.
Karena pesta rakyat akan jauh lebih bermakna apabila kemeriahan panggung berjalan beriringan dengan keterbukaan pengelolaannya. Bersambung .(tim/ULM)
FORMAT Pasuruan – Ismail Makky, SE. SH., MM.












