BANYUWANGI-MNCakrawala.com,Dugaan praktik pungutan liar (pungli) serta persoalan penguasaan lapak di Pasar Induk Banyuwangi kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, Ketua Info Warga Banyuwangi (IWB), Abi Arbain, mendesak Ketua DPRD Banyuwangi yang akrab disapa Kang Wito untuk turun langsung menindaklanjuti berbagai keluhan pedagang yang mengaku kehilangan hak atas lapak yang selama ini mereka tempati.
Menurut Abi Arbain, sejumlah pedagang menyampaikan keresahan terkait kondisi pasar yang dinilai tidak lagi memberikan kepastian dan rasa keadilan. Bahkan, beberapa pedagang mengaku lapak yang sebelumnya mereka gunakan untuk berjualan kini telah beralih ke pihak lain.
“Keluhan pedagang ini tidak boleh dianggap sepele. Ada yang mengaku lapaknya dulu ditempati bertahun-tahun, namun sekarang justru dikuasai orang lain. Jika benar terjadi, tentu harus ada penjelasan yang transparan mengenai dasar dan mekanisme pengalihan tersebut,” ujar Abi Arbain, Jumat (25/9/2026).
Abi menegaskan, DPRD sebagai representasi masyarakat memiliki kewajiban moral dan politik untuk memastikan pengelolaan aset daerah berjalan sesuai aturan. Ia meminta Kang Wito tidak hanya menerima laporan di atas meja, tetapi turun langsung menemui pedagang guna mendengar persoalan yang mereka hadapi.
“Pasar Induk Banyuwangi merupakan pusat aktivitas ekonomi rakyat. Jangan sampai muncul kesan ada pembiaran terhadap dugaan praktik yang merugikan pedagang kecil. Kami berharap Kang Wito segera turun tangan dan memfasilitasi penyelesaian persoalan ini secara terbuka,” tegasnya.
Selain persoalan kepemilikan lapak, IWB juga menyoroti adanya dugaan pungutan yang dikeluhkan sejumlah pedagang. Menurut Abi, apabila ditemukan pungutan yang tidak memiliki dasar hukum yang jelas, maka aparat penegak hukum dan instansi terkait perlu melakukan penelusuran lebih lanjut.
“Kalau memang ada pungutan yang tidak sesuai ketentuan, harus diusut. Pedagang berhak mengetahui untuk apa uang yang mereka keluarkan dan siapa yang bertanggung jawab. Transparansi menjadi kunci agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat,” katanya.
Sorotan terhadap Pasar Induk Banyuwangi ini menambah daftar persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah dan DPRD. IWB berharap seluruh pihak terkait membuka ruang dialog dengan para pedagang agar berbagai persoalan yang selama ini menjadi keluhan dapat diurai secara jelas dan tuntas.
Hingga berita ini ditulis, pihak pengelola Pasar Induk Banyuwangi maupun DPRD Banyuwangi masih diharapkan memberikan klarifikasi dan tanggapan resmi terkait berbagai keluhan yang disampaikan para pedagang tersebut.
(tim/fs)












