Sudah 4 Tahun Jembatan Desa Meddelan Ambruk Belum Diperbaiki — Haruskah Menunggu Korban, Baru Dianggarkan…?

SUMENEP,MN Cakrawala — Jembatan penghubung di Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, telah ambruk sejak Juni 2022. Hingga kini, tahun 2026, sudah empat tahun berlalu, namun tidak ada tanda-tanda pembangunan kembali.

 

Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses vital yang menghubungkan tiga desa: Meddelan, Sendir, dan Cangkreng. Akibat ambruknya jembatan, warga kini terpaksa memutar sejauh 7 kilometer melalui Desa Poreh dan Pasar Lenteng. Aktivitas warga terganggu, anak sekolah terlambat, hasil bumi petani sulit dipasarkan.

 

Kondisi jembatan yang runtuh ini diketahui sudah beberapa kali memicu kecelakaan dan nyaris menimbulkan korban jiwa. Warga telah berulang kali melaporkan dan meminta perhatian Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep, namun hingga saat ini belum ada langkah konkret.

 

“Jangan sampai menunggu ada korban jiwa , baru dianggarkan,” tegas salah seorang warga sekaligus sebagai aktivis Amiruddin, menyuarakan keprihatinan yang kini menjadi pertanyaan luas di tengah masyarakat.

 

Lanjutnya ” Beberapa waktu yang lalu ada seorang pengendara dari desa Rubaru melewati jembatan ini.lalu jatuh bersama istrinya hingga kepala bengkak akibat benturan dengan batu ” ucap Mirud ( panggilan akrabnya ).

 

 

Pertanyaan itu bukan tanpa alasan. Selama empat tahun, pemerintah daerah diduga baru sekadar menerima laporan tanpa turun langsung melakukan kajian teknis maupun menetapkan anggaran. Padahal risiko semakin tinggi: warga kadang nekat melintasi bagian yang masih rapuh demi mempersingkat jalan, membahayakan nyawa sendiri.

 

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemkab Sumenep maupun Dinas PUTR terkait kapan anggaran pembangunan jembatan tersebut disiapkan. Warga berharap tidak perlu menunggu jatuhnya korban nyawa agar pemerintah bergerak.( AJ ).