Madura,Cakrawala-Masa aksi unjuk rasa kembali mendatangi kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Ratusan massa yang terdiri dari gabungan aliansi mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar aksi demonstrasi besar-besaran untuk menuntut ketegasan aparat dalam memberantas peredaran rokok ilegal yang kian marak.
Aksi yang berlangsung ini merupakan kelanjutan dari rangkaian protes masyarakat yang menyoroti lemahnya penegakan hukum kepabeanan di daerah, khususnya di wilayah Madura dan Jawa Timur.senin. (19-10-2026)
Massa menilai maraknya rokok tanpa pita cukai telah merugikan pendapatan negara hingga miliaran rupiah serta merusak ekosistem usaha yang sehat.
Dalam orasinya, koordinator lapangan mendesak agar Bea Cukai tidak tebang pilih dan hanya menyasar para pekerja kecil atau pengecer di tingkat bawah. Mereka menuntut institusi pabean tersebut berani membongkar jaringan pemilik modal dan menyegel pabrik-pabrik produksi mesin ilegal yang diduga menjadi dalang utama peredaran barang kena cukai tanpa izin ini.
“Penegakan hukum tidak boleh tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Kami meminta Bea Cukai menindak tegas puluhan nama pengusaha besar yang diduga mengendalikan jaringan rokok ilegal dan menindak oknum-oknum yang melakukan pembiaran,” tegas salah satu orator di lokasi aksi.
Selain persoalan rokok ilegal, massa juga membawa tuntutan terkait transparansi pengawasan serta mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pejabat Bea Cukai di tingkat wilayah.
Mereka mengancam akan membawa massa yang lebih besar dan melakukan aksi berjilid-jilid jika tuntutan untuk menutup gudang serta jalur distribusi ilegal tersebut tidak segera direalisasikan oleh otoritas terkait.
Aksi unjuk rasa berjalan dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Perwakilan massa sempat meminta audiensi langsung dengan kepala kantor setempat guna menyerahkan berkas laporan dan pakta integritas penindakan barang kena cukai ilegal secara transparan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP C Madura masih enggan memberikan keterangan resmi ataupun penjelasan substantif mengenai desakan massa tersebut.
Setiap kali awak media mencoba melakukan konfirmasi di lokasi, petugas keamanan internal (satpam) kantor hanya berdalih bahwa pimpinan dan jajaran humas sedang mengadakan rapat internal yang tidak dapat diganggu.
Massa mengancam akan kembali mendatangi kantor tersebut dengan jumlah gelombang massa yang jauh lebih besar dan melakukan tindakan penyegelan paksa jika tuntutan mereka untuk memeriksa ke-23 bos rokok tersebut tetap diabaikan dalam beberapa hari ke depan.(LUSI)












