PEKANBARU,MN Cakrawala– Membangun masa depan anak bukan semata-mata tanggung jawab madrasah, tetapi membutuhkan keterlibatan dan sinergi antara orang tua, guru, serta lingkungan masyarakat. Kesadaran inilah yang menjadi pesan utama dalam Seminar Parenting Sesi 2 yang digelar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Pekanbaru.
Mengusung tema “Merajut Mimpi, Merestui Langkah”, kegiatan tersebut berlangsung di Student Center Universitas Riau, Sabtu (7/11/2026), dengan melibatkan orang tua dan murid kelas X dan XI.
Seminar ini dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Muliardi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru Syahrul Mauludi, Kepala MAN 3 Kota Pekanbaru Mery Novikawati, jajaran stakeholder madrasah, serta Komite MAN 3 Kota Pekanbaru.
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara madrasah dan keluarga dalam mengenali potensi anak, mendampingi perencanaan pendidikan, serta mempersiapkan masa depan dan pilihan karier yang sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan masing-masing murid.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 3 Kota Pekanbaru Mery Novikawati menyampaikan bahwa seminar parenting menjadi ruang penting bagi orang tua dan madrasah untuk memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai potensi serta arah masa depan anak.
Menurutnya, setiap anak memiliki bakat, minat, dan cita-cita yang berbeda. Karena itu, diperlukan pendampingan yang tepat agar mereka tidak keliru dalam menentukan pilihan pendidikan, khususnya ketika memasuki jenjang perguruan tinggi.
“Kita mendapatkan pencerahan bahwa anak-anak kita memiliki bakat dan cita-cita masing-masing. Kita tentu tidak selalu mengetahui secara mendalam potensi dan arah terbaik bagi mereka. Karena itu, kita menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya untuk memberikan pencerahan tentang bagaimana mengarahkan anak-anak kita menuju masa depan, termasuk dalam menentukan pilihan perguruan tinggi agar tidak salah jurusan nantinya,” ungkap Mery.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau beserta jajaran dan seluruh pihak yang terus memberikan dukungan terhadap berbagai program MAN 3 Kota Pekanbaru.
Apresiasi turut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru Syahrul Mauludi atas kolaborasi pihak madrasah, komite, dan orang tua dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau Muliardi memberikan apresiasi kepada Kepala MAN 3 Kota Pekanbaru beserta seluruh jajaran atas terselenggaranya seminar parenting yang melibatkan orang tua dan murid.
Dalam sambutannya, Muliardi mengibaratkan proses merajut mimpi anak seperti membuat kain songket yang membutuhkan kesabaran, proses, dan keterlibatan banyak pihak.
“Mimpi itu tidak datang begitu saja, tetapi harus dirajut. Ibarat kain songket, mimpi anak dibentuk helai demi helai. Helai pertama berasal dari ibu, helai kedua dari ayah, dan helai ketiga dari guru. Ketiganya memiliki peran penting dalam membentuk masa depan anak. Karena itu, orang tua dan guru harus berjalan bersama dalam mendampingi anak meraih cita-citanya,” tutur Muliardi.
Ia berharap MAN 3 Kota Pekanbaru terus meningkatkan kualitas pendidikan serta menciptakan lingkungan madrasah yang unggul, hebat, dan mampu bersaing hingga tingkat dunia.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru Syahrul Mauludi menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan membutuhkan kolaborasi tiga kekuatan, yakni keluarga, masyarakat atau pihak swasta, dan negara.
Menurutnya, terdapat sejumlah hal penting yang perlu dibangun dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak, di antaranya komunikasi rutin antara orang tua dan pihak sekolah, keterlibatan orang tua dalam kegiatan madrasah, pendampingan belajar di rumah, serta kemampuan mencari solusi bersama ketika anak menghadapi kesulitan.
“Pendidikan yang baik membutuhkan kolaborasi tiga kekuatan, yaitu orang tua, pihak swasta atau masyarakat, dan negara. Komunikasi dan keterlibatan orang tua sangat penting, termasuk dalam mendampingi anak belajar di rumah serta mencari solusi bersama ketika anak menghadapi kesulitan,” jelas Syahrul.
Perkuat Kompetensi Bahasa dan Peluang Studi Internasional
Selain materi parenting, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi program Language Development Center (LDC) MAN 3 Kota Pekanbaru.
Koordinator LDC, Hafizal Ridho, menjelaskan bahwa penguasaan bahasa asing merupakan salah satu bekal penting bagi murid dalam mengembangkan kemampuan komunikasi sekaligus menghadapi tantangan global.
Melalui program LDC, madrasah memberikan pendalaman kemampuan berbahasa dalam tiga bahasa, yakni Arab, Inggris, dan Jepang.
Program tersebut dikembangkan melalui sejumlah kegiatan, di antaranya English Club, Japanese Club, dan Arabic Club.
“Bahasa memiliki peran penting dalam kehidupan kita. Melalui LDC, kami berupaya memberikan pendalaman kemampuan berbahasa kepada murid melalui tiga bahasa, yaitu bahasa Arab, bahasa Inggris, dan bahasa Jepang,” jelas Hafizal.
Program ini diharapkan dapat memperluas wawasan, pengalaman, dan motivasi murid untuk melanjutkan pendidikan, termasuk membuka peluang studi ke tingkat internasional.
Sementara itu, Zidan Kemal Andri, staf LDC bidang Timur Tengah, memaparkan program pendalaman keilmuan Islam sekaligus pembinaan bagi murid yang memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di kawasan Timur Tengah.
Salah satu tujuan yang menjadi perhatian adalah Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, serta sejumlah perguruan tinggi lainnya di kawasan tersebut.
“Melalui program Timur Tengah, kami memberikan pendampingan dan pendalaman keilmuan bagi murid, terutama mereka yang memiliki keinginan melanjutkan pendidikan ke Mesir, Universitas Al-Azhar, maupun perguruan tinggi lainnya di Timur Tengah,” jelas Zidan.
Cegah Salah Jurusan, Orang Tua Diminta Kenali Potensi Anak
Memasuki agenda utama, narasumber parenting Dedi Priadi mengangkat materi tentang pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak menentukan arah pendidikan dan karier.
Ia menjelaskan bahwa pendampingan yang tepat harus mampu mengarahkan anak pada empat tujuan utama, yakni memilih bidang studi yang sesuai, memiliki kinerja tinggi, mencapai kepuasan karier, serta menjalani kehidupan yang bahagia.
Dalam pemaparannya, Dedi juga menyoroti fenomena salah memilih jurusan di kalangan mahasiswa. Ia menyebutkan data bahwa 87 persen mahasiswa di Indonesia merasa salah memilih jurusan, sementara 92 persen siswa masih mengalami kebingungan dalam menentukan karier.
Angka tersebut, menurut materi yang disampaikan, menjadi pengingat penting bagi orang tua agar tidak terburu-buru mengarahkan pilihan pendidikan anak tanpa terlebih dahulu memahami potensi, minat, dan kemampuannya.
Dedi menekankan bahwa pendidikan anak tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian materi dan kesuksesan pekerjaan. Lebih dari itu, orang tua perlu membangun nilai-nilai kehidupan, kesehatan, karakter, dan spiritualitas anak.
“Orang tua perlu memahami, mendidik dan mendampingi anak dengan baik. Jangan sampai kita hanya berorientasi pada materi. Harta merupakan rezeki yang paling rendah, kesehatan adalah rezeki yang lebih tinggi, anak yang saleh merupakan rezeki yang utama, sedangkan rida Allah adalah rezeki yang sempurna,” ungkap Dedi.
Menurutnya, keberhasilan anak tidak semata-mata diukur dari prestasi akademik maupun pekerjaan yang diperoleh, tetapi juga dari kebahagiaan dan nilai-nilai kehidupan yang dimilikinya.
Melalui Seminar Parenting Sesi 2 ini, MAN 3 Kota Pekanbaru berharap terbangun komunikasi dan kolaborasi yang semakin kuat antara madrasah dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang murid.
Dengan mengenali potensi, memberikan pendampingan, serta merestui langkah anak dalam menentukan masa depan, diharapkan setiap murid mampu merajut cita-cita sesuai kemampuan dan minatnya, sekaligus memiliki bekal pendidikan, karakter, dan kompetensi untuk menghadapi tantangan masa depan.(Ef)












