JEMBER —MN Cakrawala, Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (DPC PAMDI) Kabupaten Jember aktif melakukan konsolidasi dan pembinaan guna memajukan industri musik dangdut di daerah.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua DPC PAMDI Kabupaten Jember, Winarto Purwadi, pada Minggu (8/11/2026) di kantor DPC PAMDI Jember terkait program kerja organisasi.
Winarto menjelaskan bahwa kepengurusannya secara resmi dilantik pada bulan September lalu di Surabaya oleh DPD PAMDI Jawa Timur.
Sebagai tindak lanjut, jajaran pengurus rutin mengadakan pertemuan berkala setiap bulan yang melibatkan seluruh pengurus dan anggota. Pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan organisasi, memperkuat kebersamaan, serta merancang program strategis ke depan.
Evaluasi Kegiatan dan Rangkaian Program Mendatang
Pada pertemuan yang berlangsung tanggal 8 November 2026, pengurus mengevaluasi berbagai kegiatan musik dangdut di tingkat kecamatan, salah satunya di Kecamatan Mayang yang digagas atas ide-ide kreatif pengurus PAMDI.
Tidak berhenti di situ, DPC PAMDI Kabupaten Jember telah menyiapkan agenda besar menjelang akhir tahun 2026 hingga awal Januari 2027.
Organisasi ini berencana menyelenggarakan ajang pencarian bakat bertajuk “Lomba Musik Dangdut Jember Mencari Bintang”.
Lomba ini diperuntukkan bagi peserta dengan kategori usia mulai 14 tahun hingga maksimal 60 tahun.
Ajang tersebut diadakan sebagai wadah regenerasi untuk mencari bibit-bibit unggul bintang dangdut baru di Jember yang nantinya dipersiapkan untuk meneruskan kepengurusan dan eksistensi di bawah naungan DPC PAMDI Kabupaten Jember.
Ketentuan Lomba dan Antusiasme Pendaftaran
Dalam pelaksanaannya, panitia mewajibkan setiap pengurus yang terlibat untuk membawa minimal satu orang peserta. Dengan jumlah pengurus dan anggota inti sekitar 40 orang, partisipasi peserta diharapkan akan semakin masif, ditambah pendaftar dari masyarakat umum.
Meskipun pendaftaran baru dibuka selama sepekan terakhir, tercatat sudah ada sekitar 17 hingga 20 peserta yang mendaftarkan diri. Antusiasme tidak hanya datang dari warga lokal Jember, tetapi juga dari luar kota seperti Lamongan, Tuban, Tulungagung, hingga Ponorogo. Meski demikian, panitia saat ini tetap memprioritaskan pencarian bakat lokal asal Jember terlebih dahulu.
Rangkaian babak penyisihan lomba rencananya akan dilangsungkan selama 10 hari di lokasi yang sama, sementara malam puncak grand final akan dipusatkan di JX (Jember Kreatif). Pihak penyelenggara telah menyiapkan penghargaan bergengsi bagi juara 1, 2, dan 3, serta kategori juara harapan 1, 2, dan 3.
Tujuan dan Harapan Organisasi
Mengenai tujuan utama ajang ini, Winarto menegaskan dua poin penting.
Pertama, untuk menghibur masyarakat Jember yang memiliki kecintaan tinggi terhadap seni musik dangdut. Kedua, agar seluruh rangkaian kegiatan organisasi dapat dilaporkan secara transparan kepada DPP dan DPD PAMDI, sehingga aktivitas musik dangdut di Jember berjalan selaras dengan Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
Menanggapi maraknya berbagai kegiatan lomba karaoke maupun dangdut yang diselenggarakan oleh sekolah-sekolah maupun lembaga masyarakat di Jember, Winarto menyambutnya dengan tangan terbuka.

Ia sangat mengapresiasi setiap instansi yang mengadakan kegiatan positif tersebut, serta mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dan bergabung bersama keluarga besar DPC PAMDI Kabupaten Jember. (Suharno)












