Sidoarjo, MN Cakrawala – Bupati Sidoarjo H. Subandi menegaskan pentingnya harmonisasi, sinergi, dan profesionalisme seluruh aparatur pemerintahan desa dan kelurahan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik sekaligus mempercepat pembangunan daerah.
Penegasan tersebut disampaikan Subandi saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Profesionalisme dan Akuntabilitas Aparatur Desa dan Kelurahan se-Kecamatan Porong, yang digelar di Royal Hotel Tretes, Pasuruan, Minggu (8/11/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Pj Camat Porong Aan Ali Fauzan, Sekretaris Kecamatan, para kepala desa, lurah, serta seluruh perangkat desa dan kelurahan se-Kecamatan Porong.
Dalam arahannya, Subandi menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan tidak hanya bergantung pada kepemimpinan kepala desa maupun lurah, tetapi juga ditentukan oleh kekompakan dan koordinasi seluruh perangkat yang ada di dalamnya.
Menurutnya, hubungan kerja yang tidak harmonis antara pimpinan dan perangkat pemerintahan berpotensi menghambat pelayanan publik, pelaksanaan program, hingga proses pembangunan di wilayah masing-masing.
“Saya ingin antara pemerintah desa dan kelurahan dengan perangkatnya terbangun harmonisasi yang baik. Kalau kepala desa dan lurah beserta perangkatnya tidak sinkron, maka pemerintahan akan terganggu dan pembangunan menjadi terhambat,” tegasnya.
Subandi yang memiliki pengalaman sebagai kepala desa tersebut juga mengapresiasi antusiasme para peserta yang tetap mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas aparatur meskipun dilaksanakan pada hari libur.
Ia mengingatkan seluruh aparatur agar senantiasa memahami dan berpedoman pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa beserta perubahannya melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024. Hal tersebut dinilai penting untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan desa berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Selain penguatan sumber daya manusia, Bupati Subandi juga menyoroti pentingnya perencanaan pembangunan yang terarah dan terukur. Mulai dari pelaksanaan Musyawarah Desa (Musdes), penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDes), hingga penetapan APBDes harus dilakukan secara matang.
Ia meminta setiap kepala desa memiliki peta jalan atau roadmap pembangunan yang jelas sehingga program yang direncanakan dapat direalisasikan tepat waktu, tepat sasaran, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Subandi turut menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk terus memperkuat pembangunan desa melalui program Bantuan Keuangan Khusus (BKK).
“Insyaallah tahun 2027 BKK untuk desa kurang lebih sebesar Rp600 juta per desa. Ini menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan di tingkat desa dan kelurahan,” ungkapnya.
Selain BKK, Pemkab Sidoarjo juga mengoptimalkan program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK). Program tersebut menjadi instrumen untuk memperkuat peran camat dalam merespons kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat penanganan persoalan infrastruktur di wilayah kecamatan.
Subandi menjelaskan, melalui PIWK, berbagai kebutuhan mendesak seperti perbaikan jalan, normalisasi saluran, serta pembangunan infrastruktur dasar lainnya diharapkan dapat ditangani lebih cepat dan tepat.
“PIWK kami hadirkan untuk memperkuat peran camat dalam membangun komunikasi, koordinasi, dan percepatan pembangunan wilayah. Jika kecamatan memiliki PIWK dan desa didukung BKK, maka percepatan pembangunan akan semakin dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Pj Camat Porong Aan Ali Fauzan menyampaikan bahwa pelaksanaan bimtek tersebut merupakan bagian dari komitmen Kecamatan Porong dalam meningkatkan kompetensi aparatur desa dan kelurahan melalui pembinaan serta pengawasan secara berkelanjutan.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi strategis, di antaranya pengadaan barang dan jasa, administrasi pemerintahan, pengelolaan pembangunan, serta peningkatan profesionalisme dan akuntabilitas aparatur.
Menjelang musim penghujan, Bupati Subandi juga mengingatkan seluruh kepala desa, lurah, dan masyarakat agar kembali menghidupkan semangat gotong royong melalui kegiatan kerja bakti. Menurutnya, budaya tersebut merupakan kearifan lokal yang harus terus dijaga, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengantisipasi potensi genangan maupun banjir.
Subandi berharap kegiatan bimtek tidak sekadar menjadi agenda pelatihan formal, melainkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kinerja aparatur pemerintahan di tingkat desa dan kelurahan.

“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi bekal untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa dan kelurahan. Pada akhirnya, tujuan kita adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan mempercepat pembangunan di Kecamatan Porong maupun Kabupaten Sidoarjo,” pungkasnya.
(Ubaid)












