Di Balik Award Infrastruktur Agung Nugroho, Jalan Berlubang Masih Menganga di Pekanbaru

PEKANBARU,MN Cakrawala — Penghargaan kategori Pembangunan Infrastruktur yang diterima Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dalam ajang Pemimpin Daerah Award 2026 boleh menjadi kabar membanggakan bagi Pemko Pekanbaru.

 

Namun, penghargaan itu kini seperti harus berhadapan dengan “rapor” lain yang terlihat langsung di jalanan Kota Pekanbaru.

 

Pasalnya, di tengah klaim pemerintah telah memperbaiki sekitar 42 kilometer jalan sepanjang 2025, lubang-lubang masih ditemukan di sejumlah ruas jalan yang digunakan masyarakat setiap hari.

 

Pantauan awak media menemukan kondisi tersebut di Jalan Melati, Kelurahan Bina Widya, Kecamatan Binawidya, dan Jalan Bangau Sakti, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Binawidya, Kota Pekanbaru.

 

Lubang menganga terlihat di badan jalan. Pengendara harus melintas dengan lebih berhati-hati untuk menghindari titik-titik kerusakan tersebut.

 

Ironisnya, kondisi tersebut muncul ketika pembangunan infrastruktur justru disebut sebagai salah satu program prioritas Pemko Pekanbaru.

 

Usai menerima penghargaan, Agung menyampaikan bahwa sepanjang 2025 pemerintah berhasil memperbaiki sekitar 42 kilometer jalan. Bahkan, memasuki 2026, Pemko Pekanbaru menargetkan pengaspalan hingga 50 kilometer jalan, ditambah sekitar 100 kilometer jalan perumahan.

 

Pertanyaannya kemudian cukup sederhana:

Kalau 42 kilometer jalan sudah diperbaiki, jalan berlubang di Jalan Melati dan Bangau Sakti ini masuk hitungan yang mana?

 

Apakah belum tersentuh program perbaikan?

Atau pernah diperbaiki namun kembali berlubang?

 

Jika pernah dikerjakan, masyarakat tentu layak mengetahui berapa anggaran yang digelontorkan, kapan pekerjaan dilaksanakan, siapa pelaksananya, serta bagaimana pengawasan terhadap kualitas pekerjaan tersebut.

 

Sebab jangan sampai keberhasilan pembangunan hanya terlihat di atas kertas dan dalam angka kilometer, sementara masyarakat masih harus berhadapan dengan lubang ketika keluar rumah.

 

Penghargaan Tinggi, Lubang Jalan Masih Menanti

Penghargaan tentu merupakan apresiasi.

 

Tetapi bagi warga yang setiap hari menggunakan jalan tersebut, penghargaan bukanlah sesuatu yang bisa mereka rasakan ketika roda kendaraan menghantam lubang.

 

Yang mereka rasakan adalah jalan mulus atau jalan rusak.

Karena itu, penghargaan infrastruktur tersebut justru menjadi tantangan tersendiri bagi Pemko Pekanbaru.

 

Sebab semakin tinggi klaim capaian pembangunan, semakin besar pula tuntutan agar kondisi di lapangan benar-benar sejalan dengan klaim tersebut.

 

Apalagi Agung menyebut pembangunan infrastruktur dilakukan agar manfaatnya betul-betul dirasakan masyarakat.

 

Lantas, bagaimana dengan masyarakat yang masih melewati jalan berlubang?

Kadis PUPR Bungkam?

 

Untuk menguji temuan tersebut, awak media telah mengirimkan konfirmasi kepada Kadis PUPR Kota Pekanbaru Edward Riansyah terkait kondisi Jalan Melati dan Jalan Bangau Sakti, termasuk status penanganan serta program perbaikan kedua ruas jalan tersebut.

 

Namun, hingga berita ini ditulis, Edward Riansyah belum memberikan respons atas konfirmasi yang dikirimkan.

Diamnya Dinas PUPR tentu menyisakan tanda tanya.

 

Sebab publik berhak mengetahui apakah jalan-jalan tersebut memang belum masuk prioritas, apakah pernah mendapatkan pekerjaan perbaikan, atau terdapat alasan teknis tertentu sehingga kerusakan masih dibiarkan.

 

Pada akhirnya, penghargaan boleh datang dari Jakarta, tetapi penilaian masyarakat berlangsung setiap hari di jalanan Pekanbaru.

 

Di satu sisi ada Award Infrastruktur. Di sisi lain, masih ada lubang yang menganga.

Dan lubang-lubang itulah yang kini menjadi pertanyaan terbuka bagi Pemko Pekanbaru:

 

Seberapa jauh penghargaan tersebut benar-benar menggambarkan kondisi infrastruktur yang dirasakan masyarakat.(Ef)