Dugaan Penyimpangan Dana KIP Kuliah UNUBA Bangil Mencuat, LSM Penjara Desak Audit Menyeluruh

Pasuruan,MN Cakrawala-Dugaan penyimpangan pengelolaan dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di Universitas Nahdlatul Ulama Bangil (UNUBA) mencuat ke publik. LSM Penjara Indonesia DPD Jawa Timur mendesak DPRD Kabupaten Pasuruan untuk segera melakukan audit menyeluruh.

 

Dugaan tersebut berawal dari aduan warga di Dusun Jambe, Desa Baujeng, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, yang kemudian ditindaklanjuti dengan puluhan laporan dari mahasiswa penerima KIP UNUBA Bangil.

 

Ketua LSM Penjara Indonesia DPD Jatim, Zainul Abidin, S.H., mengungkapkan para mahasiswa mengeluhkan potongan dana bantuan yang tidak sesuai ketentuan.

 

Kami menemukan kejanggalan pada proses pencairan. Ada mahasiswa yang hanya menerima 30 hingga 50 persen dari haknya, bahkan ada yang belum menerima cairannya sejak semester lalu. Ini uang negara untuk mahasiswa yang membutuhkan, pengelolaannya harus transparan, tegas Zainul, Jumat (26/9/2026).

 

Sebelumnya, kasus ini telah didampingi oleh Advokat dari Kantor Hukum Sahabat Lawyer Indonesia, Ernawati, S.H., M.H., yang berkolaborasi dengan LSM Penjara Indonesia dan secara resmi telah bersurat kepada Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan perihal permohonan audiensi pada 11 Mei 2026.

 

Selain pemotongan dana, mahasiswa juga mengaku dipaksa menyetorkan sisa dana Uang Kuliah Tunggal (UKT) kepada pihak kampus tanpa dasar tertulis yang jelas. Mahasiswa yang menggelar aksi damai untuk menuntut transparansi bahkan dilaporkan mendapat intimidasi serta ancaman pencabutan status KIP.

 

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi X DPRD Kabupaten Pasuruan, Hj. Nurul Hidayah, dalam audiensi Jumat (26/9) menyatakan akan segera memanggil Rektor UNUBA Bangil untuk dimintai klarifikasi.

 

“Kami tidak akan tinggal diam, apabila terbukti ada penyalahgunaan, kami akan membentuk Panitia Khusus (Pansus) dan merekomendasikan pemeriksaan ke Kejaksaan serta Aparat Penegak Hukum (APH) tegasnya.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Rektorat UNUBA Bangil belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media sejak Kamis (25/9/2026) melalui WhatsApp maupun telepon tak kunjung direspons.Bersambung. (supriyadi)