Bondowoso,MNCakrawala-Jembatan darurat penghubung antara desa Sukowilyo dengan Kelurahan Nangkaan, akhir akhir ini viral dan menjadi perbincangan khalayak orang banyak. Dari kalangan rakyat biasa hingga orang ternama Dewan Perwakilan Rakyat Daerahpun angkat bicara tentang jembatan alternatif tersebut.
Pasalnya, Jembatan Sentong yang ada dijalan utama propinsi, rusak parah akibat banjir besar yang melanda sungai sentong dan menghantam jembatan kuno berumur ratusan tahun tersebut.
Jembatan Sentong jalan utama propinsi itu akhirnya resmi ditutup. Dan Pemerintah Kabupaten melalui Dinas BPBD membuat Jembatan Alternatif dengan memakai anggaran Bantuan Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp. 75.000.000,- dan dibawah pengawasan Dinas BSBK, jembatan tersebut akhirnya dimulai beberapa minggu yang lalu.
WAKTU PEKERJAAN JEMBATAN DARURAT
Jembatan darurat tersebut dibangun pada hari Minggu, 12 April 2026 lalu, yang sudah pasti sebelum pekerjaan itu di mulai, berbagai pihak terkait melakukan pertemuan bermusyawarah hingga menghasilkan mufakat. Termasuk perencanaan awal.
Di tanggal 21 April 2026 Wakil Bupati Bondowoso (As’ad Yahya Syafi’i) meninjau langsung hasil pekerjaan jembatan tersebut, pertanda dibukanya akses jalan alternatif untuk warga sekitar.
PERSPEKTIF DATANG SILIH BERGANTI
Selang lima hari dari dibukanya akses jembatan darurat tersebut, muncul satu video di Medsos tertanggal 26 April 2026 menayangkan bahwa jembatan darurat tersebut miring kearah barat, terdengar suara retakan yang menandakan bahwa penyanggah jembatan yang terbuat dari Bolak kayu kelapa itu patah akibat debit air besar membawa ranting bambu yang dibawa banjir.
Keesokan harinya, pada tanggal 27 April 2026, BPBD beserta Tim pelaksana BSBK menutup kembali akses tersebut dan melakukan perbaikan penyanggah jembatan yang retak.
Dari kejadian tersebut, muncullah Perspektif dari beberapa narasumber. Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso (Ahmad Dhafir) kepada Media mengkritik lemahnya perencanaan pelaksana. Sorotan lain yang senada seirama juga muncul di media dari Sinung Sudrajat (Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso). Bahkan kepala BPBD bondowoso didepan kamera wartawan membenarkan adanya lemahnya perencanaan.
FAKTOR ALAM TIDAK BISA DIPREDIKSI
Hujan lebat dan Banjir inilah sumber dari retaknya penyanggah jembatan tersebut, Semua Tim memprediksi bahwa saat ini sudah masuk dalam musim kemarau, menurut analisa mereka tidak akan terjadi hujan lebat, apalagi banjir.
Akan tetapi, alam berkata lain, sejak siang hari hingga malam, Bondowoso dirahmati hujan begitu besar dan banjirpun tidak bisa dibendung. Dari hulu, debit air membesar membawa ranting pohon dan bambu dan menyangkut pada kayu kelapa penyanggah jembatan, dan akhirnya retak dan dipastikan patah sehingga mengakibatkan jembatan darurat tersebut terlihat miring.
TIDAK PERLU ADA YANG DISALAHKAN
BPBD mengeluarkan anggaran BTT sebesar 75 juta yang dikelola oleh Tim dari BSBK adalah merupakan langkah taktis untuk membantu masyarakat memudahkan keseharian mereka dalam beraktifitas pasca ambruknya Jembatan utama Sentong, tentunya tidak asal buat jembatan, melalui berbagai proses sudah dilalui oleh Tim. Termasuk perencanaan awal.
Oleh sebab itu, penulis ingin mengajak kepada semua pembaca dan pemerhati publik, agar supaya menela’ah bersama akan terjadinya bencara yang bersumber dari faktor alam. Karena siapapun kalian, dan sehebat apapun kemampuan yang dimiliki, tidak akan bisa memprediksi faktor alam yang hal itu adalah merupakan dari Kehendak sang pencipta alam semesta ini.
Lukman beril menggambarkan sosok Pangeran Diponegoro dimata Bangsa Indonesia dan Bangsa Penjajah.
Dimata Bangsa Indonesia, Pangeran Diponegoro itu adalah sosok pahlawan bangsa. Sedangkan dimata Bangsa Penjajah, Pangeran Diponegoro itu adalah seorang pemberontak.
Dari gambaran sosok vigur diatas, bisa ditarik benang merah, bahwa : Perspektif / Sudut pandang setiap individu manusia itu tidak akan pernah sama.
Al Hasil, Ada pihak Inspektorat dan Kejaksaan Negeri yang mengaudit pekerjaan jembatan darurat tersebut. Biar mereka sebagai pihak terkait memeriksa dan mengauditnya.
Sumber : SYAYUDI
Publizher : Redaksi












