Pekanbaru,MN Cakrawala– Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau mengikuti kegiatan verifikasi lapangan secara virtual terhadap UPT Lapas Kelas IIA Pekanbaru dalam rangka penilaian Lomba Klinik Terbaik menyambut Hari Bhakti Pemasyarakatan 2026, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan yang digelar melalui zoom meeting tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Riau, sebagai bagian dari tahapan penilaian tingkat nasional.
Verifikasi ini merupakan tindak lanjut atas usulan Klinik Terbaik yang sebelumnya diajukan melalui Surat Kepala Kantor Wilayah Nomor: WP.4.PK.07.01-1229 tanggal 22 Maret 2026. Dalam usulan tersebut, Lapas Kelas IIA Pekanbaru bersama Lapas Narkotika Rumbai ditetapkan sebagai perwakilan dari Riau.
Dari proses seleksi yang telah berjalan, Lapas Kelas IIA Pekanbaru berhasil menorehkan capaian membanggakan dengan masuk dalam enam besar Klinik Terbaik tingkat nasional.
Kegiatan verifikasi dibuka oleh Kepala Subdirektorat Perawatan Kesehatan Dasar Direktorat Watkeshab, Pahrul. Selanjutnya, tim verifikator melakukan peninjauan fasilitas poliklinik secara virtual, guna memastikan standar pelayanan kesehatan telah berjalan sesuai ketentuan.
Dalam proses tersebut, tim memberikan sejumlah masukan konstruktif, antara lain pentingnya menjaga area poliklinik sebagai kawasan steril dan bebas dari asap rokok, serta perlunya optimalisasi ruang tunggu pasien, khususnya dalam mengantisipasi kondisi cuaca hujan dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan.
Selain peninjauan fasilitas, kegiatan juga diisi dengan sesi wawancara terhadap jajaran Lapas Kelas IIA Pekanbaru, khususnya Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimaswat) bersama tim poliklinik. Wawancara ini bertujuan untuk menggali lebih dalam terkait sistem pengelolaan layanan kesehatan yang telah diterapkan.
Terkait pengelolaan Dana Kapitasi BPJS, tim verifikator turut menekankan pentingnya berpedoman pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 6 Tahun 2022, guna memastikan pemanfaatan dana berjalan optimal, transparan, dan akuntabel.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Lapas Kelas IIA Pekanbaru dapat terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi warga binaan, sekaligus menjadi representasi terbaik pemasyarakatan dalam memberikan pelayanan yang humanis dan profesional.(Ef)












