Luncurkan Festival Egrang ke-14 di Pasar Lumpur, Tanoker Kolaborasi dengan Komdigi dan Bank Indonesia

​JEMBER –MN Cakrawala, Semangat pelestarian budaya lokal kembali bergelora di Kabupaten Jember. Yayasan Tanoker secara resmi meluncurkan rangkaian kegiatan Festival Egrang ke-14 pada Sabtu, 9 Mei 2026. Acara launching yang dipusatkan di area Pasar Lumpur ini bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional.

 

​Festival tahunan ini bukan sekadar ajang ekspresi kreativitas, melainkan telah bertransformasi menjadi sarana edukasi formal. Sejak tahun 2024, Tanoker bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember untuk mengintegrasikan tari egrang ke dalam modul ajar di 12 sekolah prototipe. Pada tahun ini, jumlah partisipasi meningkat signifikan menjadi 24 sekolah yang telah memasukkan permainan tradisi ini ke dalam kurikulum mereka.

 

​Kehadiran Wamen Komdigi dan Digitalisasi Budaya

​Acara peluncuran ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Nezar Patria. Dalam pidato kuncinya bertajuk “Permainan Tradisi di Era Digital”, Wamen Nezar menekankan bahwa teknologi harus menjadi sarana untuk menjaga kelestarian warisan budaya.

 

​”Digitalisasi budaya merupakan fondasi penting, bahkan dalam pengembangan AI. Kita harus mendokumentasikan dan memperkenalkan permainan tradisional melalui platform digital agar nilai-nilai luhur bangsa tetap relevan dan dikenal generasi modern,” ujar Nezar Patria.

 

​Cinta Rupiah dan Ekonomi Kerakyatan

​Tahun ini, Festival Egrang mengusung tema unik: “Ayo Mencintai Rupiah dan Permainan Tradisi Egrang”. Melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia, festival ini bertujuan menanamkan rasa nasionalisme lewat pengenalan mata uang negara sekaligus permainan tradisional sejak usia dini.

​Pemilihan lokasi di Pasar Lumpur juga bertujuan untuk menggairahkan ekonomi rumah tangga. Warga sekitar diberikan kesempatan membuka lapak kuliner tradisional dan produk kerajinan. Selain itu, pengunjung disuguhi berbagai kegiatan menarik seperti outbound, polo lumpur, tarung bantal, hingga balap bakiak.

 

​Rangkaian Kegiatan dan Puncak Acara

​Prosesi peluncuran ditandai dengan pelepasan balon ke udara yang disaksikan oleh sekitar seribu hadirin, mulai dari perwakilan Pemerintah Kabupaten Jember, tokoh agama, hingga pegiat seni. Penampilan memukau tim Tari Egrang dari SDN 03 Lembengan menjadi salah satu sorotan utama dalam acara tersebut.

 

​Rangkaian launching juga dimeriahkan dengan:

​Lomba mewarnai tingkat TK.

​Lomba senam beregu untuk ibu-ibu dan lansia.

​Gelar karya siswa dan produk UMKM lokal.

​Direktur Tanoker berharap melalui festival ini, adhesi sosial antar masyarakat semakin kuat dan partisipasi generasi muda dalam merevitalisasi egrang terus meningkat. Seluruh rangkaian kegiatan ini akan mencapai puncaknya pada 1 Agustus 2026 mendatang, yang diprediksi akan menjadi pesta rakyat dan ajang pameran karya seni tradisional terbesar di Kabupaten Jember.

(Suharno)