Pasuruan,MN Cakrawala – Skandal yang menggemparkan kembali terjadi,Kali ini menyasar anak-anak usia dini. Dugaan distribusi makanan basi ke murid RA Kartini, Desa Gajahrejo, Kecamatan Purwodadi, membuat warga resah dan marah,hal ini menandakan lemahnya struktur pengawasan dan kelalaian pihak dapur MBG yang dapat mengancam kesehatan para murid.
Informasi yang dihimpun awak media menyebutkan, makanan yang diduga sudah tidak layak konsumsi sempat dibagikan kepada murid. Lebih mengerikan lagi, sejumlah anak dilaporkan sudah terlanjur memakan makanan tersebut sebelum akhirnya sebagian ditarik oleh petugas.
Seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kondisi yang memprihatinkan.

“Baunya menyengat, rasanya kecut. Anak saya langsung menolak makan,” ujarnya dengan nada kecewa.
Peristiwa ini langsung memicu tanda tanya besar: bagaimana makanan basi bisa lolos hingga sampai ke tangan anak-anak? Di mana pengawasan? Di mana standar kesehatan?
Warga sekitar SPPG Desa Gajahrejo ikut angkat suara dengan nada tajam.
“Ini bukan kelalaian biasa! Kok bisa ahli gizi tidak tahu makanan sudah bau?” tegas salah satu warga.
“Ada karyawan yang ikut campur urusan ahli gizi,” tambahnya,hal ini mengindikasikan adanya dugaan carut-marutny internal dapur MBG.
Situasi makin memanas saat pihak dapur MBG Gajahrejo, melalui kepala dapur Ifkhar, mengaku telah melaporkan kejadian ini ke atasan.
“Sudah kami adukan ke pimpinan,” ujarnya singkat, tanpa penjelasan rinci.
Namun, sikap tertutup justru datang dari pihak mitra. Saat dikonfirmasi di kediamannya di Dusun Kali Anyar, Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang, Wiwik memilih bungkam.
“Itu urusan internal, saya tidak bisa menyampaikan apa-apa,” ucapnya singkat.
Jawaban tersebut justru semakin memicu kecurigaan publik.
Mengapa pihak terkait terkesan menutup diri di tengah isu yang menyangkut keselamatan anak-anak?
Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi yang transparan. Tidak ada penjelasan soal penyebab, tidak ada pertanggungjawaban terbuka.
Kasus ini menjadi alarm keras bagi semua pihak. Jika benar terbukti, ini bukan sekadar kelalaian—melainkan ancaman serius terhadap kesehatan generasi penerus bangsa hususnya para murid.
Warga mendesak pihak berwenang segera turun tangan, melakukan investigasi menyeluruh, dan menindak tegas siapapun yang terlibat.

Jangan sampai anak-anak jadi korban dari kelalaian yang tak bertanggung jawab,hingga saat ini tim media masih mengumpulkan data dan saksi untuk menindak lanjuti menu basi MBG yang sempat didistribusikan ke sekolah. Bersambung.(Supri)












