Pekanbaru,MN Cakrawala – Pembentukan Satgas Anti Narkoba di Riau memang menjadi langkah yang patut diapresiasi. Namun di balik itu, muncul peringatan keras: jangan sampai upaya ini hanya jadi simbol tanpa hasil nyata.
Ketua Umum Henry Yosodiningrat menegaskan, perang melawan narkoba tidak cukup hanya menyasar pelaku di lapangan. Masalah utama justru ada di dalam—pada integritas institusi itu sendiri. Jika tidak ada keberanian untuk membersihkan dari dalam, maka setiap langkah penindakan berpotensi bocor.
Senada, Ketua DPD GRANAT Riau Freddy Simanjuntak menyoroti lembaga pemasyarakatan sebagai titik krusial yang tak boleh diabaikan. Lapas bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga bisa menjadi simpul informasi—bahkan kendali—jaringan narkotika. Dari sana, jalur distribusi hingga aktor utama bisa terungkap, jika dibenahi secara serius.
Realitasnya, Riau bukan lagi sekadar wilayah transit. Daerah ini sudah lama berada dalam bayang-bayang “tsunami narkoba”. Tanpa pembenahan internal, jaringan akan terus hidup, beradaptasi, dan menemukan celah baru.
Pesannya tegas:
bersih-bersih dari dalam bukan pilihan, tapi keharusan.
Jika tidak, maka Satgas Anti Narkoba hanya akan menjadi wajah di depan layar, sementara permainan sesungguhnya tetap berjalan di balik layar.(Ef)












