Tol Fungsional di Jateng dan DIY Dibuka Jelang Lebaran 2026, Solusi Urai Kemacetan Mudik

Jakarta,Cakrawala – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, pengoperasian dua ruas tol fungsional di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta diprediksi membantu mengurai kemacetan di sejumlah titik rawan.

 

Akademisi transportasi dari Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno, menilai pembukaan jalur baru tersebut menjadi strategi penting untuk mengurangi bottleneck di jalur arteri selama musim mudik.

 

Salah satu ruas yang akan difungsikan adalah Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 Bawen–Ambarawa sepanjang 4,98 kilometer. Ruas ini direncanakan mulai beroperasi secara fungsional sekitar H-10 Lebaran.

 

Jalur tersebut akan menerapkan sistem satu arah situasional bagi kendaraan golongan I non-bus. Dengan akses keluar di Ambarawa, pemudik menuju Magelang, Temanggung, dan Wonosobo dapat menghindari kemacetan di kawasan Exit Tol Bawen.

 

Selama ini, Simpang Bawen dikenal sebagai titik temu arus kendaraan dari Semarang, Solo, dan Magelang yang kerap menimbulkan antrean panjang. Selain mengurai kemacetan, keberadaan ruas ini juga diharapkan mengurangi risiko kecelakaan, terutama yang kerap melibatkan truk bermuatan berlebih (ODOL) di persimpangan Bawen.

 

Akses ini juga akan mempermudah wisatawan menuju sejumlah destinasi di Ambarawa, seperti Museum Kereta Api Ambarawa, Benteng Willem I, dan Monumen Palagan Ambarawa.

 

Selain itu, ruas tol Solo–Yogyakarta segmen Prambanan–Purwomartani sepanjang 11,23 kilometer juga akan difungsikan mulai pertengahan Maret 2026.

 

Ruas ini diharapkan mampu mengurangi beban jalan nasional yang selama ini padat di kawasan Kalasan dan Prambanan. Dengan terhubungnya jalur tersebut ke jaringan Tol Trans Jawa, akses menuju Yogyakarta dari arah Jakarta, Solo, maupun Surabaya akan menjadi lebih cepat.

 

Selain memperlancar mobilitas, jalur ini juga membuka akses lebih mudah ke sejumlah destinasi wisata di Klaten, seperti Umbul Ponggok dan Candi Plaosan.

 

Meski membantu memperlancar arus mudik, pengendara diingatkan tetap berhati-hati saat melintas di tol fungsional.

 

Menurut Djoko, kondisi jalan belum sepenuhnya sempurna karena sebagian ruas masih berupa beton dasar dan fasilitas pendukung belum lengkap. Tol fungsional biasanya juga hanya dibuka pada siang hari dengan batas kecepatan sekitar 40 hingga 60 kilometer per jam.

 

Pengendara juga diminta memastikan kendaraan dalam kondisi prima serta bahan bakar cukup, karena rest area dan SPBU permanen belum tersedia di jalur tersebut.

 

“Kelancaran mudik tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga kedisiplinan pengendara di jalan,” ujar Djoko.(ef)