Jember,MN Cakrawala – Di tengah tantangan cuaca panas ekstrem, PTPN tetap optimistis menjalani musim tanam tembakau tahun 2026 dengan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga kualitas tanaman. Salah satu upaya yang dilakukan yakni pemasangan naungan guna mengurangi paparan sinar matahari langsung yang berpotensi menyebabkan daun tembakau menebal.
Subagiyo menyampaikan, bahwa secara umum luasan tanam tahun ini tetap stabil dan tidak mengalami penurunan. Bahkan, terdapat dukungan dari investor yang melakukan penanaman mandiri seluas 250 hektare sebagai bagian dari pengembangan klon baru untuk kebutuhan uji coba.
“Hasil pengembangan tersebut nantinya akan dikembalikan sebagai bagian dari kemitraan strategis,” ujarnya.
Untuk pemasaran, produk tembakau kualitas premium masih difokuskan ke pasar Eropa melalui BSB Group. Sementara untuk grade menengah ke bawah diberikan keleluasaan untuk dipasarkan secara mandiri. Selain pasar Eropa, PTPN juga mulai membidik peluang ekspor baru ke Cina dan Rusia yang dinilai memiliki kebutuhan tinggi terhadap bahan baku tembakau cerutu.
“Sekitar 30 persen mutu satu akan dikirim secara bertahap ke Eropa dan sebagian lainnya memenuhi kebutuhan pasar lokal,” tambahnya.
Sementara itu, Manager Kebun Tembakau, Syaifuddin Zuhri, mengapresiasi dukungan semua pihak terhadap kelancaran musim tanam tahun ini. Ia berharap seluruh proses dapat berjalan sesuai jadwal dan menghasilkan tembakau dengan kualitas terbaik.
Menurutnya, penanaman seri A direncanakan mencapai 290 hektare atau sekitar 72 persen dari total areal tanam. Kegiatan tersebut dimulai sejak 9 Mei hingga akhir bulan, meski sebagian jadwal mengalami penyesuaian karena momentum Idul Adha dan bergeser hingga awal Juni.
Sedangkan untuk seri B, penanaman dijadwalkan berlangsung pada Juli dengan luasan sekitar 110 hingga 120 hektare. Penanaman dimulai tanggal 20 menggunakan tiga golongan tanam dan ditargetkan rampung sebelum akhir Juni.
Syaifuddin juga menjelaskan pola penanaman yang diterapkan di kebun tembakau. Dalam satu hamparan seluas 4,5 hingga 4,8 hektare, lahan dibagi menjadi tiga golongan tanam yakni merah, kuning, dan biru yang ditanam secara bertahap selama tiga hari berturut-turut.

Di akhir kegiatan, pihak perusahaan memohon doa restu agar seluruh proses penanaman berjalan lancar meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Panitia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.(Agus)












