Pekanbaru,MN Cakrawala – Perayaan Hari Ulang Tahun ke-242 Kota Pekanbaru memang sukses menarik lautan manusia ke Jalan Jenderal Sudirman. Festival Kue Talam Durian sepanjang satu kilometer dipromosikan sebagai ikon perayaan yang membanggakan.
Namun, di balik gemerlap panggung dan ramainya pemberitaan, muncul pertanyaan yang ramai diperbincangkan warga: apakah yang dirayakan benar-benar kebersamaan, atau sekadar kemeriahan sesaat?
Media sosial dipenuhi berbagai komentar yang mempertanyakan klaim “kue talam durian sepanjang satu kilometer”. Banyak warga mengaku datang dengan bayangan melihat hamparan kue yang memenuhi meja dari ujung ke ujung jalan. Kenyataannya, menurut mereka, yang membentang panjang justru deretan meja, sementara kue talam hanya disusun berjajar pada titik-titik tertentu.
“Yang satu kilometer itu kuenya atau mejanya?” menjadi salah satu pertanyaan yang ramai beredar di tengah masyarakat.
Tak sedikit warga yang mengaku rela datang sejak pagi, berpanas-panasan, bahkan berdesakan demi ikut menikmati momentum tersebut. Ironisnya, sebagian dari mereka justru pulang tanpa sempat mencicipi kue yang menjadi ikon acara.
Keluhan lain muncul terkait distribusi yang dinilai tidak merata. Ketika sebagian warga masih menunggu giliran, muncul cerita tentang adanya pihak-pihak yang mengambil lebih dari satu porsi. Benar atau tidak, persepsi itu terlanjur menyebar dan menjadi bahan perbincangan publik.
Perayaan memang penting. Festival juga bagian dari membangun identitas kota. Namun publik hari ini tidak lagi hanya melihat seberapa megah sebuah acara digelar. Masyarakat menilai dari seberapa jujur konsepnya disampaikan, seberapa tertib pelaksanaannya, dan seberapa banyak warga yang benar-benar bisa menikmati hasilnya.
Karena pada akhirnya, warga tidak datang untuk melihat panjangnya meja. Mereka datang untuk merasakan kebersamaan yang dijanjikan.
Dan ketika ekspektasi masyarakat dibangun setinggi langit, sementara kenyataan yang diterima jauh berbeda, maka yang viral bukan lagi keberhasilan acaranya, melainkan kekecewaan yang ditinggalkannya.(Ef)












