Identitas Abdul Wahid Diduga Dicatut di TikTok: Cak Mus,Ada Sabotase Politik dan Besok Dilaporkan ke Polda Riau

PEKANBARU,MN Cakrawala – Dugaan pencatutan identitas mantan Gubernur Riau, Abdul Wahid, melalui akun TikTok AW Gubri (@aw.gubri) mulai menuai kecaman. Pasalnya, akun yang menggunakan nama profil “Abdul Wahid Gubernur Riau” tersebut memasang foto Abdul Wahid dan mengunggah video dokumentasi kegiatan pemerintahan saat dirinya masih menjabat sebagai gubernur.

 

Ironisnya, dokumentasi lama tersebut kembali dimunculkan dengan narasi yang dikaitkan dengan isu dugaan penyadapan terhadap Istana Negara. Penyajian konten demikian berpotensi menggiring persepsi publik seolah-olah Abdul Wahid turut memberikan pernyataan atau memiliki keterkaitan dengan isu yang tengah berkembang.

 

Namun, pihak Abdul Wahid secara tegas membantah kepemilikan maupun pengelolaan akun tersebut.

 

Juru Bicara Abdul Wahid, Musliadi atau yang akrab disapa Cak Mus, bahkan melontarkan dugaan keras bahwa penggunaan nama, foto, dan dokumentasi mantan gubernur tersebut bukan sekadar persoalan akun media sosial, melainkan diduga memiliki kepentingan politik tertentu.

 

“Pertama, akun ini bukan akunnya Pak Abdul Wahid. Atau TikTok ini bukanlah TikTok Abdul Wahid. Ini jelas ada sabotase untuk kepentingan politik tertentu,” tegas Cak Mus, Kamis (5/11/2026).

 

Menurutnya, penggunaan video lama yang kemudian dikemas dengan narasi isu aktual merupakan bentuk penyajian informasi yang dapat menyesatkan masyarakat. Sebab, rekaman tersebut sejatinya merupakan dokumentasi ketika Abdul Wahid masih menjabat sebagai Gubernur Riau dan menyambut kedatangan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam kunjungan ke Riau.

 

“Ini tidak benar, ini menyesatkan karena menyebarkan berita yang tidak benar. Kita lihat memang video ini video lama, saat Pak Abdul Wahid aktif sebagai gubernur menyambut kedatangan Kapolri Listyo Sigit Prabowo waktu itu berkunjung ke Riau,” jelasnya.

 

Bukan Sekadar Konten, Identitas dan Nama Baik Dipertaruhkan

 

Persoalan ini menjadi serius karena penggunaan identitas seseorang tanpa kewenangan, terlebih dengan narasi yang berpotensi membentuk persepsi politik tertentu, bukan persoalan sepele.

 

Apalagi, ketika dokumentasi kegiatan resmi pemerintahan di masa lalu dikemas kembali dan dikaitkan dengan isu sensitif yang sedang berkembang. Publik tentu berhak mengetahui siapa pengelola akun tersebut, apa tujuan penggunaan identitas Abdul Wahid, serta apa kepentingan di balik penyebaran konten tersebut.

 

Cak Mus menegaskan pihaknya tidak akan membiarkan persoalan tersebut berlalu begitu saja. Akun TikTok AW Gubri rencananya akan dilaporkan ke Polda Riau pada Jumat (6/11/2026).

 

“Akun ini besok akan kami laporkan ke Polda Riau karena merugikan nama Pak Abdul Wahid,” ungkapnya.

 

Langkah hukum tersebut diharapkan dapat membuka identitas pengelola akun sekaligus mengungkap motif di balik penggunaan nama dan dokumentasi mantan Gubernur Riau tersebut.

 

Cak Mus juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh konten media sosial yang belum jelas sumber dan kebenarannya.

 

Sebab, di tengah derasnya arus informasi, video lama bisa saja dihidupkan kembali dengan narasi baru. Jika konteksnya sengaja dipelintir, bukan hanya informasi yang menjadi kabur, tetapi juga reputasi seseorang dapat ikut dipertaruhkan.

 

Kini, publik menunggu apakah laporan ke Polda Riau benar-benar akan membuka siapa di balik akun AW Gubri dan apa motif penggunaan identitas Abdul Wahid tersebut.(ef)