Sumenep,MN Cakrawala– Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh ulah Oknum ASN ber inisial MR seorang guru SDN Bilis – bilis 1 Kecamatan Arjasa kepulauan Kangean.
Buruknya akhlak dan prilaku menyimpang dilakukan oleh guru bejad yang sering menimpa anak didik kita di dunia pendidikan menjadi momok menakutkan bak hidup di dunia kegelapan.
Pendidik sejatinya menjadi panutan kini bagaikan binatang buas yang setiap saat siap menerkam mangsanya , tak perduli anak – anak yang penting bisa memuaskan nafsu belaka.
Fenomina seperti ini menjadi pukulan telak, yang menimpa dunia pendidikan sehingga rasa ketakutan dan traumatis para orang tua untuk menitipkan putra putrinya ke lembaga menjadi buram dan tak percaya lagi
MR sang binatang buas tak lain dan tak bukan merupakan guru anak didik korban yang kesehariannya selalu memberikan ilmu dan pengetahuan agar menjadi manusia yang berguna baik bagi nusa dan bangsa lebih- lebih terhadap orang tua.
Dengan rasa traumatis dan ketakutan yang luar biasa korban dan orang tua seakan hidup di jaman jahiliyah, yang menjadi harapan satu- satunya adalah bagaiman aparat penegak hukum khususnya pihak kepolisian akan memberikan hukuman yang berat setimpal dengan apa yang telah di derita keluarga korban.
Akhirnya Polsek Arjasa kepulauan Kangean di geruduk ratusan massa unjuk untuk menanyakan dan memastikan serta menuntut agar pelaku pencabulan segera ditangkap.
Para pendemo khawatir jika pihak kepolisian belum juga menahan ,maka ditakutkan dari pihak keluarga korban akan berbuat hal – hal yang tidak diinginkan .” Jika pelaku masih bebas berkeliaran ,maka jangan salahkan keluarga korban jika hal terburuk terjadi ” ujar Para pendemo saat dikonfirmasi.
Desakan tersebut akhirnya dapat jawaban, pihak Polsek masih koordinasi dengan Polresta Sumenep, apakah akan dilakukan penahan atau Masih menunggu dibiaran diluar, kami masih berupaya secara intensive agar persoalan nantinya tidak melanggar hukum” ujar Kapolsek Kangean AKP Maliyanto Effendi.
Sampai berita ini di publish masyarakat pendemu khususnya keluarga korban kecewa ” kenapa sudah jelas pelakunya kok masih pihak kepolisian gak berani menahannya ” ungkap anggota unras yang namanya mintak dirahasiakan. ( AJ )












