Jember, MN Cakrawala-Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI-P, H. Eko Yunianto, SM, menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Sinergi Masyarakat Dalam Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan Sebagai Upaya Pencegahan Banjir” di Hotel Royal, Jember, pada Jum’at (15/5/2026).
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Khoirul Anwar, Kabid Pembangunan Ekonomi Bakorwil V Jember, dan Moh. Mukhti Hikam, SH, tokoh pemuda dari Ledokombo sekaligus pengurus IPPNU Jember.
Dalam pemaparannya, Moh. Mukhti Hikam menekankan pentingnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berkelanjutan. Ia mengusulkan konsep ekonomi sirkular di mana setiap RW memiliki sistem pemilahan sampah yang dapat dikonversi menjadi nilai ekonomi.
“Kami merekomendasikan konsep pengelolaan sampah berbasis masyarakat di mana sampah dipilah dan diolah kembali. Sampah organik bisa menjadi kompos atau gas, sementara plastik memiliki nilai jual. Bahkan ada desa yang sudah menerapkan sistem di mana warga menyetor sampah setiap dua hari sekali dan mendapatkan voucer pulsa atau gas sebagai imbalannya,” ujar Mukhti Hikam. Ia juga mendorong peran Karang Taruna sebagai pusat edukasi lingkungan bagi masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Khoirul Anwar menyoroti pentingnya kebijakan yang mendukung pengelolaan sampah, termasuk potensi peraturan daerah (Perda) yang mewajibkan pengembang properti memiliki sistem pengolahan sampah mandiri. Ia juga berbagi pengalaman pribadi mengenai kebiasaan memilah sampah rumah tangga sebelum dibuang ke tempat sampah umum.
“Kita harus memacu diri untuk membiasakan hal-hal kecil yang positif. Saya sendiri sudah dua tahun mempraktikkan pemilahan sampah plastik di rumah dan di mobil sebelum dikumpulkan untuk disedekahkan atau diolah,” ungkap Khoirul.
Lebih lanjut, Khoirul menjelaskan potensi pemanfaatan limbah sektor unggulan Jember, seperti kulit kopi, untuk dijadikan pakan ternak. Ia juga mencatat bahwa dari sekitar 251 ribu unit UMKM di Jember, terdapat peluang besar bagi munculnya UMKM baru yang bergerak khusus di bidang pengelolaan sampah.

Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Jember akan pentingnya menjaga kebersihan saluran air dan mengelola limbah rumah tangga demi mencegah bencana banjir yang kerap mengancam saat musim penghujan tiba.(Suharno)












