MN CAKRAWALA ,MALANG– Mereka Punya Lapak Rp100 Juta, Tapi Tak Bisa Jualan Sehari Pun Uang Rp7.Miliar Raib di Tengah Jalan,Karangpuloso kabupaten malang,sebut saja inisiak R berdiri di depan pagar besi. Tangannya meremas pagar dan pandangannya menatap bangunan di seberang, 78 pintu lapak berjajar rapi dan Catnya masih baru Tapi semuanya terkunci.
“Ini lapak saya, mas katanya pelan. “Nomor 17. Saya bayar lunas Rp.75 juta tahun 2023,Tapi sampai detik ini, saya belum pernah buka pintu ini dan Belum pernah jualan sehari pun di sini.
Kurun waktu 3 tahun atau 1095 hari,Cukup untuk anaknya lulus sekolah,penantian panjang R dan 78 pedagang lain, 3 tahun hanya untuk menunggu satu benda kecil yaitu kunci.
Seakan mimpi yang dijual mahal,Cerita ini mulai 2021,Disperindag Kabupaten Malang punya tanah kosong di Karangpuloso, Rencananya akan bangun Pasar Induk Tapi bukan pakai uang APBD namun swadaya.
Selanjutnya kumpulkan pedagang kecil Suruh bayar dengan janji bangunannya jadi milik mereka para pedagang yang sudah membayar,adapun harga bervariasi yaitu lokasi Pojok Rp.75 juta dan didepan Rp.100 juta lebih,harga tersebut bagi pedagang kaki lima sangat itu seperti harga rumah,dan untuk peluang usaha maka para pedagang ada yang menjual sawah warisan bapaknya,ada juga yang gadaikan BPKB motor,bahkan ada yang nekat ambil KUR ke bank,yang penting punya tempat tetap mas dan tidak kehujanan apalagi diusir Satpol PP,Itu mimpi kami,pungkas R.
Namun kenyataannya 78 lapak 78 mimpi, Semuanya ludes terjual. Kalau dihitung pakai kalkulator, uang rakyat yang masuk sekitar Rp.7 miliar lebih,Uang cash Uang keringat para pedagang yang ingin memperbaiki dan memperjuangkan peluang usaha.
Lokasi tersebut seakan Pasar Hantu Paling Mewah,2023 Bangunan jadi Megah,Temboknya tinggi dan Atapnya seng,Tapi aneh Tidak ada gunting pita. Tidak ada Diresmikan Bupati Tidak ada plang dan diserahkan Kepada para pedagang yang telah bayar.
Warga Karangpuloso lalu punya sebutan baru untuk pasar itu: “Pasar Hantu Paling Mewah”. Ada wujudnya, tapi nggak ada isinya,Ada 78 pemilik, tapi nggak ada yang menempati.
“Setiap malam saya lewat sini, mas. Sakit rasanya,kayak lihat rumah sendiri tapi nggak boleh masuk,” ujar seorang perempuan inisial S, pedagang lain yang lapaknya masih nyicil.
Tim Medua Cakrawala mencoba mencari siapa yang pegang kunci itu,Senin, 16 Juni 2026 Kami temui Pak H. Dia Kepala Pasar Karangpuloso yang baru6 bulan kerja,Pak H geleng-geleng dan Saya tidak bisa jawab mas.saya baru disini Lapak ini belum diserahterimakan Disperindag ke saya,Jadi saya nggak pegang kunci, nggak pegang data.
Lantas beliau ngasih saran agar bertanya ke PLT lama,dan pada kamis malam, 11 Juni 2026. Kami temui inisial A selaku PLT Kepala Pasar lama,A cerita panjang lebar soal 78 lapak. Tapi ceritanya muter-muter,Ditanya uang Rp.7 miliar ke mana,jawabnya dulu waktu bangun.
Ditanya kapan serah terima, jawabnya nanti koordinasi,ditengah obrolan,Anton nyebut satu kalimat yang bikin kami penasaran disini juga ada pihak luar yang bantu jaga.
Aset Disperindag kok dijaga orang luar,kami kami cuma mencatat dan konfirmasi apa yang kami tahu,3 tahun ini, pasar Rp.7 miliar itu seperti kapal tanpa nahkoda.
Titik kunci kepastian nasib para cuma satu, Kantor Disperindag Kabupaten Malang. Mereka pemilik tanah. Mereka yang buat program swadaya.
Tim Cakrawala 15 Juni 2026 berkirim surat resmi dengan 4 item pertanyaan sederhana:
1. Kapan kunci diserahkan?
2. Rp.7 miliar itu lebih laporan keuangannya mana?
3. Siapa yang tanda tangan?
4. 78.pedagang ini mau dikemanakan?
Sampai hari ini 20 Juni 2026 belum ada Jawaban dari Disperindag,belum ada informasi atau jawaban resmi dari pihak yang paling kompeten dan bertanggung jawab,apakah kunci lapak Itu Lebih mahal dari Rp.7 Miliar lebih.
Harapan masyarakat hanya satu kalimat,saya nggak minta uang saya kembali,Saya cuma minta kunci,Kunci itu lebih mahal dari Rp.100 juta untuk sayaKarena kunci itu artinya masa depan anak saya,Bupati Malang dan Kepala Disperindag,tolong serahkah kunci itu,sebelum mimpi 78 pedagang Karangpuloso.

Tim Media beserta ketua LSM PENJARA INDONESIA ZAINUL ABIDIN SH,akan mengawal terus persoalan ini sampai pedagang mendapatkan hak nya dan akan menelusuri jejak 7.milyar dana yang dikumpulkan dari 78 pedagang.bersambung.(tim)












