Panipahan,MN Cakrawala – Apresiasi demi apresiasi mengalir deras kepada Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni. Namun di tengah pujian itu, publik justru mulai bertanya: apa yang sebenarnya terjadi di Panipahan?
Forkopimda kompak menyampaikan rasa terima kasih atas respons cepat kepolisian. Tapi situasi yang disebut “aman dan terkendali” justru menyisakan tanda tanya. Jika semuanya benar-benar kondusif, mengapa potensi gangguan Kamtibmas sempat mencuat?
Ketua DPRD Rohil hingga Wakil Bupati turut memberikan apresiasi. Namun bagi sebagian masyarakat, pujian yang datang bertubi-tubi ini terasa terlalu dini. Apakah ini bentuk keberhasilan nyata, atau sekadar narasi untuk meredam kekhawatiran yang lebih besar?
Pendekatan humanis yang disampaikan juga menuai sorotan. Di satu sisi, itu menjadi langkah positif. Namun di sisi lain, publik bisa saja melihatnya sebagai pendekatan yang belum tentu cukup kuat menghadapi potensi konflik yang masih tersimpan.
Kapolres menyatakan situasi sudah aman. Tapi imbauan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi justru mempertegas bahwa kondisi belum sepenuhnya stabil. Kalimat penenang sering kali muncul saat situasi masih rapuh.
Di titik ini, masyarakat tidak hanya butuh pernyataan—tetapi juga transparansi.
Karena dalam realitasnya, ketenangan yang diumumkan belum tentu sama dengan ketenangan yang dirasakan.(Ef)












