BONDOWOSO,MN Cakrawala – Semangat memperkuat ketahanan pangan nasional terus digaungkan hingga daerah. Di tengah hamparan lahan jagung Desa Gununganyar, Kecamatan Tapen, jajaran Polres Bondowoso turut ambil bagian dalam Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang terhubung langsung dengan agenda nasional bersama Presiden RI Prabowo Subianto.
Kegiatan yang digelar Sabtu, 16 Mei 2026 itu dihadiri Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., didampingi Wakapolres Kompol I Gede Suartika, para pejabat utama Polres, jajaran kapolsek, unsur TNI, pemerintah daerah, Bulog, Dinas Pertanian, hingga kelompok tani setempat.
Acara diawali panen jagung simbolis di lahan pertanian Kokebun, Desa Gununganyar, kemudian dilanjutkan mengikuti Zoom Meeting nasional terkait groundbreaking pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri serta peluncuran operasional Sentra Pelayanan Pertanian dan Gizi (SPPG) Polri.
Dalam laporannya, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa Polri telah merealisasikan penanaman jagung seluas 691.112 hektare dengan hasil panen mencapai 3,9 juta ton. Capaian tersebut dinilai mampu mendongkrak produksi jagung nasional hingga 6,74 persen.
Selain mendukung sektor pertanian, Polri juga menghadirkan berbagai inovasi seperti pengolahan limbah tongkol jagung menjadi energi alternatif, pupuk presisi, hingga teknologi pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas petani.
Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan bukan sekedar pendampingan, melainkan bentuk komitmen nyata mendukung kesejahteraan masyarakat dan kemandirian bangsa.
“Ketahanan pangan adalah kekuatan bangsa. Ketika petani sejahtera dan hasil panen meningkat, maka stabilitas daerah juga akan semakin kuat. Polri hadir untuk mendukung, mengawal, dan memastikan program strategis nasional ini benar benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Kapolres Bondowoso saat memberikan keterangan kepada awak media masbhbainnews.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama kemandirian bangsa. Ia mengapresiasi sinergi lintas sektor yang melibatkan Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
“Tidak ada negara yang bisa bertahan tanpa sistem produksi pangan yang baik, aman, dan berkelanjutan,” ujar Presiden saat membuka kegiatan nasional tersebut.
Presiden juga meresmikan pembangunan gudang pangan Polri dan operasional SPPG yang ditargetkan mencapai 1.500 titik di seluruh Indonesia pada akhir 2026.
Seluruh rangkaian kegiatan di Bondowoso berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Kehadiran Polres Bondowoso menjadi bentuk dukungan konkret terhadap program strategis nasional demi memperkuat swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(Red)












