BANYUWANGI-MNCakrawala.com, Pergantian pucuk pimpinan di Kejaksaan Negeri Banyuwangi kali ini tidak sekadar rotasi jabatan biasa. Penunjukan Dr. Farid Gunawan sebagai Kajari baru memunculkan gelombang harapan sekaligus perhatian publik terhadap arah penegakan hukum di Banyuwangi ke depan.
Nama Farid Gunawan bukan sosok asing di lingkungan Adhyaksa. Sebelum dipercaya memimpin Kejari Banyuwangi, ia bertugas di lingkar strategis intelijen Kejaksaan Agung sebagai Kepala Subdirektorat III.B pada Direktorat III Jaksa Agung Muda Intelijen. Jabatan itu dikenal memiliki peran penting dalam memetakan berbagai persoalan hukum berskala nasional.
Keputusan Jaksa Agung RI Nomor KEP IV 518 C 05 2026 tertanggal 20 Mei 2026 resmi menempatkan Farid di Banyuwangi, daerah yang selama ini dikenal memiliki dinamika hukum cukup kompleks. Selain menjadi kawasan strategis penghubung Jawa-Bali, Banyuwangi juga menghadapi berbagai persoalan mulai dari pengawasan aktivitas ekonomi, dugaan penyimpangan, hingga perkara-perkara yang kerap menyita perhatian publik.
Pengalaman Farid yang pernah menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Bangka dan Asisten Pembinaan Kejati Kalimantan Selatan membuat masyarakat menaruh ekspektasi tinggi. Banyak pihak berharap kehadirannya mampu menghadirkan keberanian baru dalam penegakan hukum.
Ketua Info Warga Banyuwangi (IWB), Abi Arbain, menilai penempatan mantan pejabat intelijen Kejaksaan Agung di Banyuwangi menjadi sinyal bahwa daerah ini tengah mendapat perhatian serius.
“publik kabupaten Banyuwangi tentu berharap ada langkah konkret dan keberanian dalam merespons berbagai persoalan hukum yang selama ini menjadi perhatian masyarakat. Apalagi Kejaksaan Agung juga sudah menerima surat dan sejumlah laporan dari masyarakat Banyuwangi,” ujar Abi Arbain.
Menurutnya, masyarakat kini tidak lagi sekadar menunggu seremoni pergantian pejabat. Publik ingin melihat tindakan nyata dan keberpihakan terhadap rasa keadilan.
“Kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum hanya bisa dibangun lewat keberanian, transparansi, dan sikap profesional. Banyuwangi membutuhkan penegakan hukum yang tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” tegasnya.
Di tengah tingginya sorotan publik terhadap berbagai persoalan hukum dan dugaan penyimpangan di daerah, kehadiran Farid Gunawan kini menjadi perhatian banyak pihak. Masyarakat menanti apakah kepemimpinannya mampu membawa perubahan nyata atau justru menjadi bagian dari rutinitas birokrasi semata.
Satu hal yang pasti, kursi Kajari Banyuwangi hari ini bukan hanya jabatan struktural. Di mata publik, posisi itu adalah ujian keberanian dalam menjawab harapan rakyat terhadap hukum yang adil dan tidak tebang pilih.
(tim)












