Pekanbaru,MN Cakrawala – Penutupan Fly Over Simpang SKA oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan sejumlah ahli pada pertengahan April 2026 lalu sempat menyita perhatian masyarakat Riau. Saat itu, proses pengecekan lapangan dilakukan secara langsung terhadap proyek bernilai Rp159,38 miliar yang tengah disidik dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi.
Pemeriksaan lapangan tersebut disebut sebagai bagian penting untuk memenuhi kebutuhan penghitungan kerugian keuangan negara. Bahkan, arus lalu lintas di kawasan Fly Over Simpang SKA sempat ditutup guna memberikan ruang bagi tim penyidik, auditor, dan ahli melakukan pengukuran serta verifikasi teknis terhadap konstruksi proyek.
Namun setelah proses itu selesai, publik justru dihadapkan pada pertanyaan besar: apa hasilnya?
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai hasil pemeriksaan lapangan tersebut, termasuk apakah telah ditemukan fakta-fakta baru yang memperkuat dugaan korupsi maupun perkembangan terbaru terkait penghitungan kerugian negara. Padahal, sebelumnya KPK telah menyatakan kerugian negara sementara dalam perkara ini mencapai sekitar Rp60 miliar dan telah menetapkan lima orang sebagai tersangka.
Kondisi ini memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Sebab, pemeriksaan lapangan yang melibatkan penyidik KPK, auditor BPK, dan tenaga ahli umumnya merupakan tahapan penting untuk menguatkan pembuktian dalam perkara korupsi konstruksi. Publik pun berharap hasil pemeriksaan tersebut tidak berakhir menjadi sekadar kegiatan seremonial tanpa tindak lanjut yang jelas.
Semakin banyak pihak yang mempertanyakan arah penanganan kasus ini. Terlebih, penyidikan telah berjalan sejak Januari 2025, sejumlah saksi telah diperiksa, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka, dan larangan bepergian ke luar negeri juga pernah diberlakukan terhadap pihak-pihak yang terkait dengan perkara tersebut.
Kini masyarakat menunggu transparansi dari KPK. Apakah hasil pengecekan lapangan pada April 2026 telah rampung dianalisis? Apakah nilai kerugian negara sudah final? Dan yang paling penting, kapan identitas para tersangka serta konstruksi perkara akan dibuka kepada publik?
Di tengah besarnya nilai proyek yang mencapai Rp159,38 miliar dan dugaan kerugian negara puluhan miliar rupiah, keterbukaan informasi menjadi hal yang dinilai penting agar kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum tetap terjaga. Sebab semakin lama perkara ini bergulir tanpa penjelasan yang memadai, semakin besar pula ruang spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.(Ef)












