Dari Padang Mutung, Polsek Kampar Perkuat Gerakan Swasembada Pangan Lewat Panen Jagung KWT

KAMPAR, RIAU-MN Cakrawala— Upaya memperkuat ketahanan pangan tidak hanya dilakukan melalui kebijakan di tingkat pusat dan daerah, tetapi juga diwujudkan dari desa. Di Desa Padang Mutung, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Kampar ikut turun langsung mendukung program swasembada pangan 2026 melalui panen jagung bersama Kelompok Wanita Tani (KWT).

 

Kegiatan panen jagung pipil Kuartal II tersebut berlangsung pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 16.30 WIB di areal pertanian KWT Sungai Kuamang, Dusun Paduko Ghajo, Desa Padang Mutung.

 

Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursyid, SH, hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama jajaran Polsek Kampar, pemerintah desa, kelompok wanita tani dan perangkat Desa Padang Mutung.

 

Panen dilakukan di atas lahan seluas sekitar setengah hektare. Lahan tersebut ditanami jagung pipil dengan menggunakan sekitar 5 kilogram bibit dan jarak tanam kurang lebih 25 x 40 sentimeter.

 

Meskipun dilakukan pada lahan yang relatif terbatas, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar terus memanfaatkan lahan produktif untuk mendukung ketersediaan pangan.

 

Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursyid mengatakan, keterlibatan kepolisian dalam kegiatan pertanian merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah sekaligus upaya membangun sinergi dengan masyarakat.

 

«“Kami dari Polsek Kampar berkomitmen untuk terus mendukung program swasembada pangan tahun 2026. Kegiatan panen ini merupakan salah satu bentuk sinergi antara Polri, pemerintah desa dan masyarakat dalam meningkatkan ketahanan pangan,” ujar Asdisyah.»

 

Menurutnya, sektor pertanian memiliki peranan penting dalam menjaga ketersediaan pangan masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara aparat kepolisian, pemerintah desa dan kelompok tani dinilai perlu terus diperkuat.

 

«“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan. Semoga hasil pertanian masyarakat semakin meningkat dan memberikan manfaat bagi keluarga petani maupun masyarakat secara luas,” tambahnya.»

 

KWT Jadi Penggerak Pemanfaatan Lahan

 

Kegiatan panen turut dihadiri Kepala Desa Padang Mutung Abdul Muis, Ps. Kanit Intelkam AIPTU Afdal Rizon, Ketua KWT Kuamang Indah Aisyah, Bhabinkamtibmas AIPDA Dafid Andria serta perangkat Desa Padang Mutung.

 

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengembangkan program ketahanan pangan hingga tingkat desa.

 

Kelompok Wanita Tani juga memiliki peran strategis dalam menggerakkan masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang tersedia secara produktif. Selain mendukung ketersediaan pangan, kegiatan pertanian tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga petani.

 

Dengan pendampingan dan kolaborasi yang berkelanjutan, lahan produktif di desa diharapkan dapat terus dikembangkan dan memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan masyarakat.

 

Rangkaian kegiatan panen jagung berakhir sekitar pukul 17.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib dan kondusif.

 

Dari Padang Mutung, gerakan swasembada pangan 2026 kembali menunjukkan bahwa ketahanan pangan dapat dibangun dari tingkat paling bawah—melalui pemanfaatan lahan, penguatan kelompok tani dan keterlibatan bersama antara masyarakat, pemerintah desa serta aparat kepolisian.(Ef)