Jakarta,MN Cakrawala – Kesejahteraan guru tidak cukup diukur dari besaran gaji dan tunjangan. Akses transportasi yang aman, terjangkau, dan andal juga menjadi faktor penting yang menentukan kualitas hidup para pendidik sekaligus mutu pendidikan nasional.
Hal tersebut disampaikan Djoko Setijowarno, Akademisi Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI). Menurutnya, masih banyak guru, terutama guru honorer dan tenaga pendidik yang bertugas di wilayah 3TP (Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Perbatasan), menghadapi beban biaya transportasi yang tinggi setiap hari.
Ia menjelaskan, tidak sedikit guru honorer yang harus mengalokasikan 20 hingga 40 persen penghasilannya untuk biaya bensin atau transportasi menuju sekolah. Sementara di daerah kepulauan dan wilayah terpencil, biaya perjalanan bahkan dapat menghabiskan lebih dari separuh tunjangan yang diterima.
Selain berdampak pada kondisi ekonomi, buruknya infrastruktur dan layanan transportasi juga menguras tenaga serta waktu guru. Kemacetan di perkotaan maupun akses jalan yang rusak di pedalaman membuat guru berisiko mengalami kelelahan fisik dan mental sebelum memasuki ruang kelas, sehingga berpotensi memengaruhi kualitas pembelajaran.
Djoko menilai pemerintah perlu menghadirkan kebijakan yang lebih komprehensif melalui pemberian subsidi transportasi bagi guru, peningkatan kualitas infrastruktur jalan, serta perluasan layanan angkutan perintis di wilayah terpencil dan kepulauan.
Menurutnya, kemudahan akses transportasi tidak hanya meningkatkan kesejahteraan guru, tetapi juga menjadi faktor penting dalam pemerataan tenaga pendidik berkualitas hingga ke daerah pelosok.
“Menyejahterakan guru tidak cukup hanya dengan menaikkan gaji. Negara juga harus memastikan perjalanan mereka menuju sekolah aman, terjangkau, dan nyaman. Guru yang tiba di kelas dalam kondisi prima akan mampu memberikan pembelajaran terbaik bagi peserta didik,” ujar Djoko.
Ia menegaskan, investasi pada sektor transportasi bagi guru merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Dengan mobilitas yang lebih baik, guru dapat mengajar dengan semangat, produktivitas, dan kualitas yang lebih optimal.(Ef)












