Gelombang Aksi ke Ibu kota,M Yunus Wahyudi Ingatkan,Substansi Jangan Tertelan Euforia

BANYUWANGI-MNCakrawala.com,Gelombang aspirasi warga Banyuwangi dipastikan akan bermuara ke ibu kota. Komunitas Info Warga Banyuwangi (IWB) menegaskan rencana aksi pada 26 April 2026 di Jakarta bukan sekadar wacana, melainkan langkah terukur yang telah melalui prosedur resmi.

 

Pihak IWB menyebutkan, surat pemberitahuan aksi telah dilayangkan dan diterima oleh aparat, termasuk Polres Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya. Hal ini menjadi penegasan bahwa kegiatan tersebut berada dalam koridor hukum dan mengikuti mekanisme yang berlaku.

 

Di tengah kesiapan itu, respons publik mulai bermunculan. Sebagian pihak mempertanyakan urgensi aksi hingga harus digelar di pusat pemerintahan, mengingat potensi dampaknya terhadap ketertiban umum dan aktivitas masyarakat luas.

 

Ketua IWB, Abi Arbain, tidak menampik adanya kritik tersebut. Ia menegaskan bahwa aksi ini merupakan akumulasi dari berbagai aspirasi masyarakat yang selama ini dinilai belum tersalurkan secara optimal.

 

“Ini bukan keputusan mendadak. Ada proses panjang yang kami lalui. Aspirasi yang berkembang di masyarakat perlu ruang yang lebih luas untuk didengar,” ujarnya.

 

Ia juga memastikan bahwa aspek ketertiban menjadi perhatian utama. IWB, kata dia, telah menyiapkan langkah antisipatif dengan menekankan kedisiplinan peserta serta menjalin komunikasi intensif dengan aparat keamanan.

 

“Kami ingin aksi ini berjalan damai dan tertib. Tidak ada ruang untuk tindakan anarkis. Ini tentang menyampaikan aspirasi, bukan menciptakan masalah baru,” tegasnya.

 

Sementara itu, sejumlah kalangan menilai penyampaian aspirasi melalui dialog dan jalur formal seharusnya lebih diutamakan dibanding mobilisasi massa. Menanggapi hal ini, Abi menilai aksi terbuka justru menjadi pelengkap dari upaya komunikasi yang telah dilakukan sebelumnya.

 

“Dialog tetap kami tempuh. Aksi ini adalah bentuk penguatan, ketika jalur yang ada belum cukup memberikan ruang,” jelasnya.

 

Ia juga menekankan bahwa substansi tuntutan menjadi prioritas utama, bukan sekadar besaran massa yang terlibat.

 

“Kami tidak mengejar jumlah. Yang penting pesan yang kami bawa bisa dipahami dan ditindaklanjuti,” imbuhnya.

 

Terkait lokasi aksi yang belum diungkap secara rinci, IWB menyebut hal tersebut sebagai bagian dari pertimbangan teknis dan keamanan di lapangan. Langkah ini diambil untuk menjaga efektivitas koordinasi selama kegiatan berlangsung.

 

Rencana aksi ini menjadi potret dinamika demokrasi dari daerah menuju pusat. Di satu sisi, ia merupakan hak konstitusional warga negara. Namun di sisi lain, tuntutan akan kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi tetap menjadi perhatian bersama.

 

IWB pun mengimbau seluruh peserta untuk menjaga ketertiban, menghindari provokasi, dan mengedepankan cara damai. Aparat kepolisian juga terus melakukan koordinasi guna memastikan aksi berjalan aman, tertib, serta sesuai ketentuan yang berlaku.

(tim/F.S)